Langsung ke konten utama

Hubble Mengintip Galaksi Jauh dengan Lensa Gravitasi

hubble-mengintip-galaksi-jauh-dengan-lensa-gravitasi-informasi-astronomi
Kredit gambar: ESA/Hubble & NASA, M. Gladders dkk, dan Judy Schmidt

Gambar ini menampilkan sistem pelensaan gravitasi SDSS J0928+2031. Para astronom memanfaatkan Teleskop Antariksa Hubble NASA/ESA untuk meneliti proses pembentukan dan evolusi bintang di galaksi-galaksi jauh menggunakan metode ini.

Pelensaan gravitasi dapat membantu para astronom untuk mempelajari objek astronomi yang seharusnya terlalu redup atau tampak terlalu kecil. Ketika sebuah objek kosmik masif --seperti gugus galaksi-- sebagaimana yang diperlihatkan di sini, mendistorsi ruang dengan medan gravitasinya yang begitu kuat, fenomena ini memperkuat cahaya yang berasal dari galaksi latar belakang.

Pelensaan gravitasi membantu para astronom untuk mengamati dan mempelajari galaksi-galaksi jauh yang menjadi sumber cahaya.

Pada gambar ini, dua galaksi elips terlihat mendominasi di dekat pusat gambar. Gravitasi gugus galaksi yang menjadi induk kedua galaksi elips bertindak sebagai lensa gravitasi dan menghasilkan busur cahaya yang mengelilingi mereka.

Gambar ini diamati oleh Hubble sebagai bagian dari program Sloan Giant Arcs Survey.

Sesuai dengan teori Relativitas Umum Einstein, gravitasi melengkungkan jalinan ruang dan waktu. Efek ini dapat mendistorsi atau menekuk cahaya saat melintas di dekat sebuah objek kosmik masif. Medan gravitasi objek masif juga bertindak layaknya lensa yang memfokuskan cahaya dan membuat objek-objek jauh di latar belakang (seperti bintang) terlihat lebih terang bagi seorang pengamat. Efek pelensaan gravitasi hanya berlangsung jika posisi objek hampir sejajar dengan pengamat.

Ditulis oleh: Staf ESA (Badan Antariksa Eropa), www.nasa.gov, editor: Karl Hille


#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...