Langsung ke konten utama

Info Menarik, Netizen +62 Bisa Voting Nama untuk Planet HD 117618 b

netizen-indonesia-bisa-voting-nama-untuk-panet-HD-117618-b-informasi-astronomi
IAU100 NameExoWorlds
Dianjurkan mencerminkan tradisi, budaya dan sejarah bangsa

Satu hal menarik dari menemukan sesuatu yang baru adalah sang penemu bebas untuk memberinya nama. Demikian pula dengan astronomi, yang sangat diberkati dalam hal ini. Sedemikian banyak bintang di alam semesta hingga melampaui butiran pasir di Bumi. Bahkan, lebih dari 7 miliar orang di seluruh dunia saat ini, dirasa masih belum cukup meskipun setiap orang memberikan sebuah nama bagi benda langit.

Penyematan nama bagi benda langit biasanya adalah urusan yang formal, kaku, eksklusif dan dikelola secara ketat oleh Himpunan Astronomi Internasional (IAU). Hegemoni IAU atas benda langit bersifat mutlak, konsisten dan tidak bisa dipengaruhi oleh politik, uang atau pesanan komersial tertentu untuk menyematkan nama pada bintang, planet, bulan dan benda apa pun yang ada di luar angkasa.

Namun untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-100, IAU memberikan kado menarik dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat dunia untuk memilih nama bagi planet dan bintang yang telah ditemukan oleh para astronom.

Ribuan eksoplanet membutuhkan nama yang familiar

Sekitar 4.000 planet di luar tata surya atau eksoplanet di Bima Sakti telah ditemukan sejak tahun 1995, baik oleh teleskop berbasis antariksa seperti Kepler dan TESS besutan NASA, maupun jajaran teleskop berbasis darat. Apabila diekstrapolasi, mungkin ada miliaran planet layak huni hanya di galaksi kita saja.

Peningkatan penemuan eksoplanet memberikan peluang bagi publik untuk aktif terlibat memilih nama yang dirasa sesuai dengan karakteristiknya. Saat ini mereka belum memiliki nama dan hanya diberi kode mirip agen rahasia intelejen, seperti HD 156411 b, PDS 70 b, HAT-P-5b, WASP-69b atau Kepler-452b.

IAU juga tidak memungkiri dibutuhkan nama-nama yang lebih menarik dan familiar di telinga publik, yang pada akhirnya mengarah ke popularitas ilmiah. Proyek terbaru IAU disusul kampanye pada tahun 2015, mengajak setiap orang di seluruh dunia untuk terlibat dalam pemberian nama bagi 14 bintang dan 31 planet.

netizen-indonesia-bisa-voting-nama-untuk-panet-HD-117618-b-informasi-astronomi
Kredit: YouTube

Memperingati satu abad kelahiran IAU

Menurut tradisi astronomi, siapa pun penemu bintang, planet atau bulan berhak mengajukan nama ke IAU. Sejak didirikan pada tahun 1919, misi utama IAU adalah untuk mempromosikan kerja sama ilmiah tingkat internasional di bidang astronomi dan kini telah memiliki 11.000 anggota yang tersebar di 93 negara.

Memperingati satu abad kelahiran IAU, para astronom di masing-masing negara kini bertanggung jawab untuk mengorganisir kampanye dan menggalang suara dari publik. Nama yang dipilih dianjurkan mencerminkan tradisi, budaya dan sejarah masing-masing negara.

Koordinator tingkat nasional kemudian mengirimkan beberapa nama kandidat ke komite pengarah IAU yang akan memeriksanya menurut aturan yang berlaku. Di antara aturan-aturan tersebut, nama yang dipilih harus bisa dilafalkan, tidak memiliki referensi terkait agama, militer atau politik dan dilarang merujuk pada orang yang masih hidup.

Proyek IAU100 NameExoWorlds

Pada tanggal 7 Juni, IAU telah merilis daftar bintang dan planet untuk 79 negara yang telah mendaftar dalam proyek IAU100 NameExoWorlds. Magnitudo semu setiap bintang di dalam daftar memungkinkan para pengamat di negara bersangkutan untuk menemukannya hanya menggunakan teleskop sederhana.

Semua eksoplanet di dalam daftar IAU ditemukan sebelum tahun 2012, mengingat dibutuhkan waktu tambahan yang cukup lama untuk mengkonfirmasi mereka. Semua eksoplanet ini ditemukan melalui metode transit dan kecepatan radial. Sebagian besar adalah raksasa gas seukuran Jupiter karena mereka paling mudah ditemukan.

Animo global voting nama benda langit

Dilansir dari situs New York Times, sekitar setengah juta orang dari 182 negara telah memberikan suaranya sejak IAU merilis proyek IAU100 NameExoWorlds. Menurut astronom Eduardo Penteado dari Museu de Astronomia e Ciências Afins di Rio de Janiero Brasil yang mengelola proyek untuk IAU, proses pemberian nama yang baru saja dimulai sudah menarik minat masyarakat dunia. Beberapa kampanye tingkat nasional sudah digelar dan menerima banyak entri nama, misalnya di Yunani yang sudah menerima 1.500 entri nama hanya di akhir pekan.

Stephen Pompea dari National Optical Astronomy Observatory, yang bertanggung jawab atas kampanye pemberian nama di Amerika Serikat, mengatakan bahwa entri nama mulai masuk begitu program diumumkan, di antaranya adalah Wilwarin dan Sauron.

Termasuk entri kandidat nama untuk disandang oleh sistem empat planet di rasi Ara, berasal dari karakter Cervantes, yaitu Quixote, Dulcinea, Rocinante dan Sancho. Demikian pula dengan sepasang planet di Ursa Major, diusulkan nama Taphao Thong dan Taphao Kaew, yang diambil dari cerita rakyat Thailand tentang sosok penguasa buaya jahat.

netizen-indonesia-bisa-voting-nama-untuk-panet-HD-117618-b-informasi-astronomi
Eksoplanet HD 117618 b.
Kredit: NASA

Karakteristik planet HD 117618 b dan bintang HD 117618

Untuk Indonesia, netizen +62 dapat memberikan nama bagi HD 117618 b, sebuah eksoplanet raksasa gas yang mengorbit bintang tipe-G atau katai kuning. Dengan massa 0,174 Jupiter, HD 117618 b mengorbit bintang induk dari jarak 0,18 AU dan menyelesaikan satu kali orbit setiap 25,8 hari. Planet ini ditemukan melalui metode kecepatan radial dan diumumkan ke publik pada tahun 2004.

Sedangkan bintang induknya adalah HD 117618, sebuah bintang deret utama yang dapat ditemukan di rasi Centaurus, sekitar 123 tahun cahaya dari Bumi. Berdasarkan tipe spektral bintang, HD 117618 cenderung mirip Matahari kita meskipun ukurannya sedikit lebih besar dan berusia antara 3,2-6,8 miliar tahun. Dengan magnitudo semu 7,1, bintang ini hanya bisa dilihat menggunakan bantuan teleskop.

Dari deskripsi singkat yang ditukil dari NASA ini, jelas planet tersebut sama sekali tidak layak huni.

netizen-indonesia-bisa-voting-nama-untuk-panet-HD-117618-b-informasi-astronomi
Indonesia National Outreach Coordinator (NOC)

Duta IAU untuk Indonesia

Untuk memberikan nama bagi planet dan bintang induk, komite sukarelawan atau koordinator tingkat nasional di setiap negara harus meluncurkan kampanye nasional untuk mengumpulkan suara dari publik. Setelah kandidat nama diseleksi, suara terbanyak akan disematkan sebagai nama resmi planet dan bintang induknya.

Dikutip dari situs resmi IAU, ​National Outreach Coordinator (NOC) untuk Indonesia adalah Avivah Yamani dari Langit Selatan, nama yang sudah tidak asing bagi para pecinta astronomi dalam negeri.


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...