![]() |
Kredit gambar: ESA/Hubble & NASA, D. Rosario dkk. |
Untuk menjelajahi konten dan bagian penyusun dari
sebuah galaksi di alam semesta, para astronom harus menggunakan berbagai teknik
dan instrumen. Salah satunya adalah dengan menguraikan cahaya yang berasal dari
galaksi target studi ke dalam spektrum untuk mempelajari propertinya, sama
seperti prisma kaca yang menguraikan cahaya putih ke panjang gelombang
masing-masing untuk menghasilkan pelangi.
Dengan mencari tanda emisi spesifik dari
berbagai elemen dalam spektrum cahaya galaksi, yang disebut garis emisi, atau
sebaliknya dari tanda penyerapan elemen lain, yang disebut garis absorpsi, para
astronom dapat menentukan apa yang sebenarnya terjadi di dalam galaksi tersebut.
Jika spektrum cahaya galaksi menunjukkan
lebih banyak garis absorpsi dan lebih sedikit garis emisi, berarti mengindikasikan menipisnya material pembentuk bintang dan usia sebagian besar
bintang penghuni galaksi yang telah lanjut usia. Jika spektrum cahaya galaksi
menunjukkan kebalikannya, berarti mengindikasikan aktivitas energik produksi bintang-bintang baru.
Teknik ini disebut spektroskopi, dan bisa menyediakan informasi tentang tipe dan komposisi galaksi, massa jenis dan suhu molekul gas, laju pembentukan bintang atau seberapa besar massa lubang
hitam di pusat galaksi.
Adapun gambar yang ditangkap oleh Teleskop Antariksa Hubble kolaborasi NASA dan ESA adalah galaksi garis emisi yang diberi kode NGC 3749. Meskipun
tidak semua galaksi menampilkan garis emisi kuat, NGC 3749 yang terletak sekitar 135 juta tahun cahaya dari Bumi relatif cukup terang, dan telah dimanfaatkan sebagai “kontrol” atas studi galaksi aktif dan terang, yaitu galaksi yang wilayah pusatnya memancarkan radiasi intens (inti galaksi aktif). Dibandingkan galaksi garis emisi lainnya, NGC 3749 tergolong tidak aktif karena
minimnya aktivitas di pusat galaksi.
Ditulis oleh: Staf ESA (Badan Antariksa Eropa),
www.nasa.gov, Editor: Isabelle Yan
Sumber: Hubble Eyes an Emitting Galaxy
Komentar
Posting Komentar