![]() |
Kredit gambar: ESA/Hubble & NASA, K. Larson dkk. |
Meskipun banyak yang ditemukan menyendiri,
relasi beberapa galaksi di alam semesta melebihi kedekatan sahabat di dunia
nyata. Misalnya, dua galaksi NGC 6285 (kiri) dan NGC 6286 (kanan) yang
dipelajari oleh teleskop antariksa Hubble kolaborasi NASA/ESA, mengikat erat
jalinan persahabatan mereka tanpa ada yang bisa memisahkan.
Diberi kode Arp 293, interaksi timbal balik
gaya gravitasi antara keduanya, menarik gumpalan gas dan aliran debu sehingga
mengubah struktur asli mereka. Terletak di rasi bintang Draco (Naga) pada jarak
lebih dari 250 juta tahun cahaya dari Bumi, para astronom memprediksi Arp 293
akan menyatu untuk membentuk galaksi raksasa tunggal.
Selain itu, Hubble juga memiliki koleksi
gambar interaksi sepasang galaksi yang membentuk struktur fotogenik, mulai dari
lembaran partitur musik, pesawat antariksa yang memasuki lubang cacing,
karangan bunga mawar, hingga seekor penguin yang menjaga telurnya.
Lembaran Partitur Musik Galaksi ESO 69-6
![]() |
Kredit: NASA, ESA, Hubble Heritage (STScI/AURA)-SA/Hubble Collaboration, dan A. Evans (Universitas Virginia, Charlottesville/NRAO/Stony Brook University |
Interaksi dari sepasang galaksi ini membentuk
struktur cantik mirip lembaran partitur musik. Ekor pasang surut gaya gravitasi
terlihat menyapu dari kedua galaksi, sementara gas dan bintang dilucuti dan
dikoyak dari daerah terluar galaksi. Fitur ekor pasang surut gaya gravitasi
semacam ini merupakan ciri khas interaksi galaksi.
Diberi kode ESO 69-6, sepasang galaksi ini terletak
di rasi bintang Triangulum Australe (Segitiga
Selatan), sekitar 650 juta tahun cahaya dari Bumi.
Perjalanan Antar Bintang Fiksi Ilmiah ARP 148
![]() |
Kredit: NASA, ESA, Hubble Heritage (STScI/AURA)-SA/Hubble Collaboration, dan A. Evans (Universitas Virginia, Charlottesville/NRAO/Stony Brook University |
Arp 148, interaksi antar galaksi yang
tercatat dalam katalog Arp ini membentuk struktur mirip pesawat antariksa fiksi
ilmah yang memasuki lubang cacing. Tabrakan antara kedua galaksi menghasilkan
efek gelombang kejut yang menarik materi ke bagian pusat interaksi gravitasi dan
merambat ke galaksi utama yang membentuk struktur mirip cincin. Adapun galaksi
pengiring terdistorsi sehingga membentuk ekor panjang yang tegak lurus terhadap
cincin.
Karangan Bunga Mawar Galaksi UGC 1810 dan UGC
1813
![]() |
Kredit gambar: NASA, ESA, dan the Hubble Heritage Team (STScI/AURA) |
Cakram galaksi UGC 1810 berbentuk spiral yang
berukuran lebih besar, mengalami distori karena pasang surut gravitasi hingga
membentuk struktur mirip bunga mawar oleh tarikan gravitasi galaksi pendamping
UGC 1813 yang berada di bawahnya. Bercak-bercak permata biru di bagian atas
adalah kombinasi cahaya dari gugus-gugus bintang biru berusia muda yang sangat
cerah dan panas.
Serangkaian pola spiral yang tidak biasa di
galaksi yang lebih besar menunjukkan tanda terjadinya interaksi antara kedua
galaksi. Lengan terluar tampak melingkar seperti cincin tidak sempurna, sebuah
fitur yang akan terlihat ketika terjadi interaksi antara dua galaksi yang
saling melintasi satu sama lain. Hal ini menunjukkan bahwa galaksi yang lebih
kecil sebenarnya menukik lebih dalam, dan tidak mengarah secara langsung ke
bagian pusat galaksi UGC 1810. Lengan-lengan spiral terdalam sangat melengkung
dan keluar dari posisi sebelumnya, dengan salah satu dari lengan-lengan spiral
terdalam berada di belakang tonjolan dan kembali keluar dari sisi yang lain.
Bagaimana koneksi antara dua pola spiral ini masih belum diketahui secara
pasti.
Penguin dan Telur Kosmik
![]() |
Kredit gambar: NASA-ESA/STScI/AURA/JPL-Caltech |
Citra interaksi antar galaksi jauh ini, yang
secara kolektif dikenal sebagai Arp 142, mirip seekor penguin yang sedang
menjaga telurnya. Data dari teleskop antariksa Spitzer dan Hubble milik NASA
telah digabungkan untuk menunjukkan galaksi-galaksi dramatis ini, yang
membentang dalam spektrum cahaya tampak dan inframerah.
Galaksi yang mirip “penguin”, NGC 2336,
mungkin merupakan sebuah galaksi spiral yang relatif normal, terlihat rata
seperti kue serabi dengan lengan-lengan spiral simetris. Kaya dengan
bintang-bintang panas yang baru terbentuk, yang terlihat dalam panjang
gelombang cahaya tampak dari Hubble sebagai filamen kebiruan, bentuknya
sekarang telah dibengkokan dan terdistorsi karena merespons tarikan gravitasi
tetangganya. Gulungan gas bercampur dengan debu yang menonjol sebagai filamen
merah, terdeteksi pada panjang gelombang cahaya inframerah yang dilihat oleh
Spitzer.
Galaksi yang mirip “telur”, NGC 2937,
sebaliknya, hampir tidak berbentuk. Cahaya bintang dengan terang yang khas
berwarna kehijauan menceritakan tentang populasi dari bintang-bintang yang
berusia jauh lebih tua. Tidak adanya fitur debu merah yang bercahaya
memberitahu kita bahwa NGC 2937 telah lama kehilangan waduk gas dan debu yang
membentuk bintang. Sementara galaksi ini tentu saja bereaksi terhadap kehadiran
tetangganya, distribusi bintang-bintangnya mengaburkan setiap distorsi
kejelasan bentuknya.
Pelajari lebih lanjut interaksi menarik antar
galaksi di artikel: 10 Galaksi Ini Membentuk Struktur Kosmik Fotogenik
Diolah dari berbagai sumber: Hubble Detects Dynamic Galactic Duo, Hubble Interacting Galaxy ESO 69-6, When Galaxies Collide,
A 'Rose' Made of Galaxies, Colliding Galaxy Pair
Komentar
Posting Komentar