![]() |
Foto selfie rover Curiosity di bukit pasir Mars. Kredit: NASA/JPL-Caltech/MSSS |
Kita
dapat mengirim banyak robot untuk menjelajahi antariksa agar tak harus
mengkhawatirkan keselamatan mereka. Tentu saja, kita tetap membuat robot yang
tahan banting dengan durasi operasional yang cukup panjang, untuk menjelajahi
dan mengirim informasi sains berharga tentang apa yang mereka temukan di luar
sana.
Mengirim
robot ke luar angkasa juga jauh lebih murah daripada mengirim manusia. Robot
tidak perlu makan, tidur atau ke kamar mandi, dan dapat bertahan di luar
angkasa selama bertahun-tahun. Bahkan mereka dapat ditinggalkan di lokasi
tujuan studi tanpa harus menempuh perjalanan untuk kembali ke Bumi, termasuk
bisa dikorbankan untuk menjaga manusia yang terlibat misi tetap aman.
Selain
itu, robot mampu melakukan banyak hal yang tidak dapat dikerjakan manusia. Robot
dapat bertahan diterpa suhu ekstrem atau radiasi kosmik berenergi tinggi,
sehingga bisa diperintah untuk melakukan pekerjaan yang berisiko tinggi.
Robot yang Sedang Dikembangkan
NASA
Mungkin
beberapa nama berikut terdengar familiar, rover (penjelajah darat) NASA seperti
Curiosity dan Spirit and Opportunity. Namun, mereka hanyalah beberapa robot
yang telah dikenal publik. Para insinyur NASA terus mengembangkan robot-robot
baru setiap saat.
Salah
satu robot terbaru bernama Puffer, singkatan dari Pop-Up Flat Folding Explorer Rover. Desain untuk petualang dua roda
ringan ini terinspirasi dari origami. Robot dapat melipat dirinya sendiri dan
merunduk untuk meneliti celah-celah kecil.
Simak
video ini untuk melihat bagaimana Puffer beraksi!
Kredit: NASA/JPL-Caltech
Lalu
ada BRUIE (Buoyant Rover for Under-Ice
Exploration), yang dapat mengapung di air dan melaju di atas permukaan es
sembari mengambil gambar dan mengumpulkan data.
Suatu
hari nanti, para ilmuwan ingin menggunakan robot seperti BRUIE untuk mencari
tanda-tanda kehidupan di benda-benda langit beku tata surya, seperti di lautan
bawah tanah Europa, bulan Jupiter atau di Enceladus, bulan Saturnus.
![]() |
Robot BRUIE memutar rodanya di lautan bawah permukaan es. Kredit gambar: NASA/JPL-Caltech |
Apakah Semua Robot NASA adalah Rover?
Tentu
saja tidak! Lihatlah robot yang diberi nama Hedgehog ini.
![]() |
Robot kubus runcing Hedgehog. Kredit: NASA/JPL-Caltech/Stanford |
Hedgehog
sedang dikembangkan oleh NASA bersama Stanford University dan MIT. Hedgehog dirancang
untuk menjelajahi asteroid atau komet, batuan antariksa yang gaya gravitasinya lemah
dengan medan yang sangat sulit. Hedgehog akan melompat dan bergulir di objek
yang menjadi target studi.
Bagaimana
jika medannya miring? Bukan masalah besar. Hedgehog dapat beroperasi di segala
medan, bahkan mampu keluar dari kawah dengan cara bermanuver seperti tornado
yang meluncurkannya ke atas.
Apakah
NASA Juga Membuat Robot Mirip Manusia?
Ya,
robot humanoid Valkyrie (R5) yang dikembangkan oleh Pusat Antariksa Johnson
NASA. Ada beberapa tugas yang bisa dilakukan robot dengan lebih baik, jika
mampu bergerak layaknya manusia. Sebagai contoh, kita mungkin ingin agar robot
humanoid membantu menyiapkan pemukiman masa depan bagi koloni manusia di Mars.
![]() |
Robot humanoidValkyrie (R5). Kredit: NASA |
Robot
listrik ini mengandalkan kamera, motor, sensor dan dua komputer. Peralatan ini
membantu Valkyrie dalam menavigasi lingkungan di sekitarnya dan berjalan seperti manusia.
Entah
berjalan, terbang, atau bergulir, robot berperan besar dalam eksplorasi
antariksa!
Ditulis oleh: Staf
spaceplace.nasa.gov
Sumber: Why do we send robots to space?
Komentar
Posting Komentar