Langsung ke konten utama

Petunjuk tentang Kandungan Air Mars yang Hilang

petunjuk-tentang-kandungan-air-mars-yang-hilang-informasi-astronomi
Gambar lereng bukit yang ditangkap oleh rover Curiosity dan ilustrasi molekul air HDO. Observasi inframerah dapat menelusuri kembali sejarah air cair di Mars, karena HDO yang salah satu atom hidrogennya lebih berat daripada H2O, cenderung bertahan setelah air cair menguap. SOFIA mengungkap jejak air cair ini tidak terpengaruh pergantian musim dan membawa para ilmuwan untuk lebih memahami seberapa banyak air cair yang pernah dimiliki Mars.
Kredit: NASA/JPL-Caltech/MSSS/SOFIA

Meskipun merupakan planet berbatu mirip Bumi, Mars tidak ramah terhadap kehidupan. Planet gurun yang gersang dan dingin ini hanya memiliki lapisan atmosfer tipis dengan jumlah oksigen yang jauh lebih sedikit dibandingkan Bumi. Tetapi, Mars diduga pernah menampung air cair, unsur utama yang dibutuhkan kehidupan. Mempelajari sejarah air dapat mengungkap bagaimana Planet Merah bisa kehilangan air dan berapa banyak air yang pernah dimilikinya.

“Mars pernah menjadi tempat yang basah, kami sudah tahu hal itu,” kata Curtis DeWitt, seorang ilmuwan dari Universities Space Research Association’s SOFIA Science Center. “Tetapi dengan mempelajari bagaimana air yang hilang saat ini, kita dapat memahami seberapa banyak total kandungan air di masa lalu.”

Penelitian dapat dilakukan tanpa harus meninggalkan Bumi menggunakan SOFIA, Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy. Obervatorium terbang terbesar di dunia ini dapat menemukan molekul dan atom di luar angkasa dan di dalam planet. Karena mengudara, SOFIA tidak terpengaruh uap air yang menghalangi deteksi inframerah dan bertindak layaknya “analisis forensik” untuk astronomi. Untuk mempelajari secara rinci bagaimana Mars kehilangan kandungan air dan variasi musiman uap air saat ini, SOFIA meneliti bagaimana uap air menguap secara berbeda selama dua musim di Mars.

Nama kimia familiar untuk air adalah H2O, karena tersusun dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Tetapi dengan instrumen khusus, para ilmuwan dapat mendeteksi dua jenis air, H2O atau air biasa, dan HDO atau air deuterasi. HDO memiliki partikel netral bermuatan ekstra yang disebut neutron pada salah satu atom hidrogen yang membuatnya lebih berat. Air deuterasi menguap lebih efisien daripada air biasa, sehingga lebih banyak yang bertahan dalam wujud uap air cair. Oleh karena itu, dengan mempelajari rasio antara air biasa dan air deuterasi (rasio D/H) di dalam uap air, para ilmuwan dapat menelusuri kembali sejarah penguapan air cair di Mars. Namun, belum bisa dipastikan apakah rasio D/H dipengaruhi perubahan musiman di Planet Merah.

Tudung es kedua kutub Mars tertutup es karbon dioksida dan salju yang meluas dan menyusut seiring pergantian musim. Saat belahan utara Mars mendekati Summer Solstice, tudung es menyusut saat suhu menghangat, menyebabkan sebagian es menguap dan mengekspos es air. Sedangkan tudung es kutub selatan, selalu tertutup es karbon dioksida bahkan selama musim panas. Para ilmuwan belum bisa memastikan apakah perubahan musiman ini dapat memengaruhi rasio D/H di atmosfer Mars.

Pengukuran rasio D/H sebelumnya dilakukan menggunakan instrumen yang berbeda dan menghasilkan pengukuran yang sedikit berbeda di seluruh lokasi dan semua musim Mars. Tim peneliti di SOFIA menggunakan instrumen yang sama, Echelon-Cross-Echelle Spectrograph, atau EXES, untuk mendapatkan pengukuran yang konsisten selama dua musim dan lokasi: musim panas di belahan utara dan musim panas di belahan selatan. Sejauh ini, setelah hasil dari dua belahan Mars dibandingkan, tidak ditemukan variasi musiman dalam rasio air antara musim dan lokasi. Upaya ini membantu para ilmuwan untuk melacak sejarah air di Mars secara lebih akurat.

“Jika kita dapat menghilangkan faktor ketergantungan musiman dalam rasio ini, maka kita selangkah lebih dekat untuk mendapatkan jawaban tentang berapa banyak air yang dulu pernah dimiliki Mars,” kata DeWitt.

Makalah ilmiah yang melaporkan hasil studi telah dipublikasikan di jurnal Astronomy and Astrophysics. Observasi tindak lanjut sedang dilakukan untuk memantau perubahan musim di Mars. Meneliti sejarah dan geologi Mars dianggap sangat penting, seiring rencana besar NASA untuk mengirim manusia ke Bulan sebagai batu loncatan untuk misi berawak ke Mars.

Ditulis oleh: Staf www.nasa.gov, editor: Kassandra Bell


#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar