Langsung ke konten utama

UGC 2885, Galaksi “Godzilla Jinak” Terbesar di Alam Semesta Lokal

Galaksi spiral mengagumkan ini dijuluki Galaksi Godzilla karena dianggap sebagai yang terbesar di alam semesta lokal. Diberi kode UGC 2885, diameternya 2,5 kali lipat melampaui galaksi Bima Sakti kita dengan jumlah bintang 10 kali lipat lebih banyak.

Tetapi raksasa ini “jinak,” kata para peneliti, karena hanya duduk diam selama miliaran tahun sembari “menghirup” hidrogen dari struktur filamen ruang antargalaksi. Perilaku yang tenang ini berimbas pada rendahnya laju kelahiran bintang, hanya setengah dari laju pembentukan bintang Bima Sakti. Bahkan, lubang hitam supermasif di pusat galaksi adalah raksasa tidur. Karena tidak mengkanibal galaksi-galaksi satelit yang jauh lebih kecil sebagaimana galaksi raksasa lainnya, maka galaksi ini kekurangan molekul gas.

Astronom Benne Holwerda dari Universitas Louisville di Kentucky menyematkan nama “Galaksi Rubin” kepadanya, sebagai wujud apresiasi atas upaya astronom Vera Rubin (1928-2016) yang mengamatinya menggunakan Teleskop Antariksa Hubble NASA.

ugc-2885-galaksi-godzilla-jinak-terbesar-di-alam-semesta-lokal-informasi-astronomi
Galaksi UGC 2885.
Kredit: NASA, ESA dan B. Holwerda (Universitas Louisville)

“Sebagian besar studi yang saya lakukan terinspirasi oleh penelitian astronom Vera Rubin pada tahun 1980 yang mengungkap ukuran galaksi UGC 2885,” kata Holwerda. Rubin mengukur rotasi galaksi yang menyediakan bukti materi gelap, komposisi terbesar yang membentuk sebagian besar massa galaksi yang diukur melalui laju rotasi. “Kami menganggapnya commemorative image. Mengutip observasi Dr. Rubin dalam studi kami merupakan bagian dari proposal original Hubble kami.”

Saat mempresentasikan hasil studi pada pertemuan rutin musim dingin American Astronomical Society di Honolulu, Hawaii, Holwerda berusaha memahami faktor kunci yang menghasilkan ukuran galaksi sebesar itu. “Bagaimana ia bisa mencapai ukuran raksasa belum kita ketahui,” kata Holwerda. “Ia menumbuhkan cakram galaksi sebesar mungkin, tanpa menabrak objek kosmik lainnya.”

Satu-satunya petunjuk yang dimiliki adalah lokasi galaksi yang cukup terisolasi di ruang angkasa, tanpa ada galaksi-galaksi lain yang menabrak atau mengganggu pertumbuhan cakram galaksi.

Apakah Godzilla telah “mengkanibal” galaksi-galaksi satelit yang berukuran jauh lebih kecil dari waktu ke waktu? Atau apakah hanya secara perlahan mengakresi gas untuk membentuk bintang-bintang baru? “Tampaknya ia memang tumbuh dengan perlahan,” ujar Holwerda. Memanfaatkan resolusi tajam Hubble, Holwerda bersama tim menghitung jumlah gugus bintang globular di lingkaran halo, cangkang raksasa redup yang mengelilingi galaksi. Jumlah gugus bintang globular yang berlebihan menyediakan bukti bahwa mereka ditangkap dari galaksi-galaksi yang lebih kecil selama kurun waktu miliaran tahun.

Adapun Teleskop Antariksa James Webb NASA yang akan segera diluncurkan, dapat dimanfaatkan untuk menjelajahi pusat galaksi dan populasi gugus bintang globular. Demikian pula dengan Wide Field Infrared Survey Telescope (WFIRST) yang masih dalam tahap pengembangan, akan memberikan sensus akurat populasi gugus bintang globular di lingkaran halo. “Keampuhan visi inframerah dari dua teleskop antariksa masa depan ini akan memberi kita pandangan yang lebih jelas tentang populasi bintang yang menyusunnya,” pungkas Holwerda. Selain itu, kedua teleskop akan melengkapi keampuhan visi cahaya kasat mata Hubble untuk melacak pembentukan bintang di seluruh galaksi.

Sejumlah bintang anggota Bima Sakti juga menghiasi gambar sebagai latar depan. Bintang Bima Sakti yang paling terang, bahkan seolah terlihat berada di atas cakram galaksi, meskipun UGC 2885 terpisah sejauh 232 juta tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang utara Perseus.

Ditulis oleh: Staf www.nasa.gov, editor: Lynn Jenner


#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...