Langsung ke konten utama

AU Mic b, Planet Seukuran Neptunus yang Ditemukan TESS dan Spitzer

au-mic-b-planet-seukuran-neptunus-yang-ditemukan-tess-dan-spitzer-informasi-astronomi
Ilustrasi AU Mic b yang mengorbit bintang induk katai merah, sekitar 32 tahun cahaya dari Bumi di rasi selatan Microsopium.
Kredit: Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA/Chris Smith (USRA)

Selama lebih dari satu dekade, para astronom berupaya untuk mengungkap planet yang mengorbit AU Microscopii, bintang terdekat yang masih dikelilingi oleh puing-puing material yang tersisa dari proses pembentukan AU Microscopii. Sekarang, satu tim astronom yang menganalisis arsip data dari Transiting Exoplanet Survey Satellite dan Teleskop Antariksa Spitzer NASA, telah melaporkan penemuan sebuah planet seukuran Neptunus yang mengorbit bintang muda AU Microscopii dari jarak dekat.

TESS dan Spitzer telah menemukan sebuah planet baru seukuran Neptunus yang mengorbit AU Microscopii, bintang katai merah belia yang dikelilingi oleh cakram puing-puing material.
Kredit: Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA

Disingkat AU Mic, sistem ini menyediakan laboratorium unik untuk mempelajari bagaimana planet dan lapisan atmosfernya terbentuk, berevolusi dan berinteraksi dengan bintang induk.

“AU Mic adalah bintang katai merah (tipe M) belia yang dikelilingi oleh cakram puing-puing material dengan sebuah gumpalan debu raksasa yang bergerak mengitari bintang induk. Berkat TESS dan Spitzer, identitas gumpalan debu raksasa tersebut adalah sebuah planet yang mengorbit AU Mic,” ungkap mahasiswa doktoral Bryson Cale dari Universitas George Mason di Fairfax, Virginia. “Belum pernah ada sistem serupa lain yang fitur-fitur pentingnya telah diperiksa seperti AU Mic.”

Penemuan planet baru yang diberi kode AU Mic b dilaporkan dalam makalah ilmiah yang dipublikasikan di jurnal Nature edisi 24/06. Makalah ilmiah ditulis oleh Peter Plavchan, asisten profesor fisika dan astronomi di Universitas George Mason.

AU Mic adalah bintang katai merah dingin yang diperkirakan baru berusia 20-30 juta tahun. Sebagai perbandingan, Matahari kita telah berusia sekitar 4,5 miliar tahun. Karena masih sangat belia, sebagian besar panas AU Mic dihasilkan oleh gaya gravitasinya sendiri yang menarik dan memampatkannya. Hanya sekitar 10% energi AU Mic berasal dari aktivitas fusi nuklir yang melebur hidrogen menjadi helium di inti bintang.

AU Mic terletak 31,9 tahun cahaya di rasi selatan Microscopium dan menyusun ikatan bintang terdekat yang disebut Beta Pictoris Moving Group, menurut nama bintang tipe A yang lebih besar dan lebih panas di dalam grup yang diorbit oleh dua planet dan juga dikelilingi oleh cakram puing-puing material.

Meskipun bintang-bintang penyusun Beta Pictoris Moving Group usianya setara, namun planet-planet mereka sangat berbeda. Planet AU Mic b mengorbit dari jarak yang begitu dekat, bahkan menyelesaikan satu kali obit setiap 8,5 hari. Dengan massa sekitar 58 kali Bumi, AU Mic b tergolong sebagai planet mirip Neptunus. Sedangkan planet Beta Pictoris b dan c, setidaknya 50 kali lebih masif daripada AU Mic b dan menyelesaikan satu kali orbit mengitari bintang induk Beta Pictoris setiap 21 dan 3,3 tahun.

“Kami menduga AU Mic b pertama kali terbentuk jauh dari bintang induk dan bermigrasi ke orbitnya saat ini, fenomena yang dapat terjadi ketika planet berinteraksi secara gravitasi dengan cakram material gas atau dengan planet-planet lain,” jelas rekan penulis makalah ilmiah Thomas dari Universitas Maryland di Baltimore County, sekaligus ilmuwan proyek TESS di Penerbangan Antariksa Goddard NASA di Greenbelt Maryland. “Sebaliknya, orbit Beta Pictoris b tampaknya tidak terlalu banyak berubah. Perbedaan antara kedua sistem yang berusia setara ini menyediakan informasi terkait proses pembentukan dan migrasi orbit planet.”

Mendeteksi planet di sekitar bintang seperti AU Mic bukanlah hal yang mudah. Bintang-bintang belia kerap memiliki medan magnet kuat dan ditutupi oleh bintik-bintik bintang, wilayah di permukaan bintang yang lebih dingin, lebih gelap dan sangat magnetik, seperti bintik surya di Matahari kita. Bintik bintang kerap meletuskan suar bintang, yang berkontribusi pada perubahan skala kecerahan bintang.

Ketika TESS mengamati AU Mic pada bulan Juli dan Agustus 2018, katai merah tersebut menghasilkan banyak suar bintang, beberapa di antaranya bahkan lebih kuat daripada suar terkuat Matahari yang pernah didokumentasikan. Jadi tim harus melakukan analisis terperinci untuk menghilangkan efek suar bintang dari data TESS.

Ketika sebuah planet melintas di depan bintang induk dari sudut pandang kita, fenomena yang disebut transit, planet menyebabkan skala kecerahan cahaya bintang induk menurun lemah. TESS memantau satu petak besar langit yang disebut sektor selama 27 hari dan mengambil gambar secara teratur yang memungkinkan para ilmuwan untuk melacak perubahan skala kecerahan bintang.

au-mic-b-planet-seukuran-neptunus-yang-ditemukan-tess-dan-spitzer-informasi-astronomi
Terletak sekitar 32 tahun cahaya dari Bumi, AU Microscopii adalah salah satu sistem planet termuda yang pernah diamati oleh para astronom. AU Mic b ditampilkan dalam poster terbaru NASA, sebagai bagian dari seri Galaxy of Horrors, program informatif yang menghibur kolaborasi antara para ilmuwan dan ilustrator di Exoplanet Exploration Program Office NASA.
Kredit: NASA-JPL/Caltech

Penurunan skala kecerahan bintang secara periodik mengindikasikan kehadiran planet yang sedang transit. Biasanya, dibutuhkan setidaknya dua kali observasi transit untuk mendeteksi sebuah planet.

“Mungkin kami beruntung karena dua dari tiga transit berlangsung saat TESS berada di titik terdekat dari Bumi. Saat berada di titik terdekat, TESS berhenti mengamati karena harus mengirim semua arsip data ke Bumi,” tambah rekan penulis makalah ilmiah Diana Dragomir dari Universitas New Mexico di Albuquerque. “Untuk mengisi kekosongan, kami memperoleh waktu operasional Spitzer yang menangkap dua transit tambahan pada tahun 2019 dan memungkinkan kami untuk mengkonfirmasi periode orbital AU Mic b.”

Spitzer adalah observatorium antariksa inframerah multifungsi yang beroperasi dari tahun 2003 hingga 30 Januari 2020. Spiter terbukti ampuh untuk mendeteksi dan mempelajari eksoplanet yang mengorbit bintang-bintang katai dingin. Spitzer mengirim arsip data obervasi AU Mic selama tahun terakhir masa operasionalnya.

Karena jumlah cahaya yang diblokir oleh transit tergantung pada ukuran planet dan jarak orbit, transit TESS dan Spitzer menyediakan perhitungan langsung ukuran AU Mic b. Analisis pengukuran menyimpulkan AU Mic b sekitar 8% lebih besar daripada Neptunus.

Observasi tindak lanjut menggunakan teleskop berbasis darat memberikan ambang batas atas untuk massa planet. Karena mengorbit dari jarak dekat, gaya gravitasi AU Mic b membuat bintang induk sedikit goyang. Menggabungkan pengamatan dari W. M. Keck Observatory, InfraRed Telescope Facility NASA di Hawaii dan European Southern Observatory di Chili, tim menyimpulkan massa AU Mic b sekitar 58 kali Bumi.

“Ada kandidat sinyal transit tambahan di dalam data TESS, dan TESS akan kembali mempelajari AU Mic akhir tahun,” pungkas Plavchan. “Kami terus memantau AU Mic dengan menerapkan metode kecepatan radial.”

Selama beberapa dekade, AU Mic telah menggugah minat para astronom sebagai induk sistem planet terdekat berusia belia dengan cakram puing-puing material terang. Setelah TESS dan Spitzer menemukan AU Mic b, sistem ini adalah laboratorium ideal untuk memahami proses pembentukan dan evolusi bintang dan planet selama beberapa dekade mendatang.

Penulis dan editor: Francis Reddy, Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA, www.nasa.gov


#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...