Kami
memiliki cukup banyak pertanyan selama beberapa hari terakhir: Mengapa kita
dapat menemukan eksoplanet yang terletak bertahun-tahun cahaya jauhnya, tapi tidak dapat
menemukan planet kesembilan atau planet kesepuluh di tata surya kita sendiri?
Ada
jawaban bagus untuk itu. Dan kami akan menjelaskannya!
Planet
di luar tata surya, atau eksoplanet, relatif mudah ditemukan karena kita dapat
melihat efek orbitnya terhadap bintang induk. Para astronomi memiliki sejumlah metode untuk
menemukan eksoplanet dan hampir semuanya terkait dengan metode berikut.
Yang
paling terkenal dan mungkin pernah Anda dengar adalah metode transit.
Dari Bumi, kita dapat mengamati penurunan skala kecerahan bintang induk saat sebuah planet melintas di depan bintang induk.
Dengan mengukur
tiga faktor dari penurunan skala kecerahan bintang, para astronom dapat memperkirakan massa dan orbit planet. Bagaimanapun juga, dari sudut pandang kita di Bumi, tidak semua planet melakukan transit pada bintang induk. Jadi kita tidak bisa menerapkannya untuk semua bintang.
![]() |
Metode transit yang diterapkan untuk menemukan eksoplanet. NASA |
Metode
lain disebut radial velocity (metode kecepatan radial), yaitu metode tidak
langsung untuk menemukan eksoplanet dan bintang induk melalui pengamatan
pergeseran Doppler pada spektrum bintang induk. Metode ini dilakukan
dengan cara mencatat tarikan gravitasi lemah yang diberikan planet kepada bintang induk. Untuk planet yang lebih kecil dengan orbit yang lebar, sangat
sulit dilakukan, namun untuk planet yang lebih besar dalam orbit yang lebih rapat, seperti Jupiter yang panas, metode ini bisa diterapkan.
Lalu
ada metode pelensaan mikro gravitasi, dengan memanfaatkan gaya gravitasi bintang yang berada lebih dekat sebagai lensa untuk mengamati bintang latar belakang yang lebih jauh. Jika ada planet yang mengorbit, maka para astronom dapat menemukan distorsi kecil pada cahaya bintang jauh. Pelensaan mikro merupakan satu-satunya metode untuk menemukan planet pengembara yang berkeliaran tanpa bintang untuk diorbit, dengan memperhatikan efek gravitasi planet saat melintas di depan bintang lain.
Tapi, menemukan planet di tata surya kita sendiri akan sedikit lebih rumit. Kita tidak bisa menerapkan metode di atas untuk menemukan planet kesembilan atau planet
kesepuluh, kecuali menggunakan pelensaan mikro gravitasi, karena orbit mereka mengitari Matahari tidak bisa kita amati. Namun, kita tetap bisa menebak di mana mereka
berada.
Eksistensi planet kesembilan dan planet kesepuluh diperkirakan oleh pergerakan
benda-benda di Sabuk Kuiper, wilayah tata surya di luar orbit Neptunus sekitar 30 AU. 1 AU adalah jarak Bumi-Matahari. Objek Sabuk Kuiper (KBO) disebut objek trans-Neptunus yang terdiri dari kumpulan
asteroid dan planet-planet kecil. Salah satu KBO yang paling terkenal adalah
planet katai Pluto. Charon, salah satu bulan Pluto, juga termasuk KBO. Para astronom menemukan fakta bahwa orbit KBO agak melengkung, atau menonjol dari bidang tata surya, mengindikasikan ada gaya gravitasi tak terlihat yang memengaruhi mereka.
Planet
kesepuluh diperkirakan terletak di luar orbit Neptunus, sekitar 60 AU dan memiliki rentang massa antara Bumi dan Mars, berdasarkan distrosi orbit KBO di wilayah tersebut. Sementara planet kesembilan terletak lebih jauh lagi, antara 500 dan 700 AU dan setengah massa Neptunus.
(Catatan,
planet kesepuluh dan planet kesembilan adalah nama-nama informal dan tidak
mungkin diberi nomor jika belum dikonfirmasi. Karena teori planet kesembilan mendahului teori planet kesepuluh, maka pengaturan susunan lokasi di tata surya terbalik.
Meskipun efek yang diberikan planet-planet ini bisa diamati, menemukan mereka adalah hal yang berbeda. Kita tidak bisa menggunakan metode transit karena mereka
tidak mungkin melintasi Matahari dari sudut pandang kita, dan bintang lain juga terlalu jauh. Kita juga tidak bisa
menggunakan metode kecepatan radial, karena efeknya tidak terlalu berpengaruh terhadap Matahari.
Jadi,
taruhan terbaik kita adalah metode pelensaan mikro, berharap mereka melintas di depan
bintang jauh dan mendistorsi cahaya. Atau yang lebih menjanjikan adalah pencitraan langsung. Seperti namanya, metode terakhir ini melihat cahaya yang
dipantulkan planet untuk memperoleh gambar yang sebenarnya. Para astronom telah menemukan beberapa eksoplanet melalui metode ini.
![]() |
Teori orbit planet kesembilan |
Menemukan mereka tentunya membutuhkan waktu. Pada dasarnya, kita harus melihat ke seluruh
langit. Saat ini, para astronom terus memantau langit untuk menemukan pantulan cahaya dari planet-planet misterius ini. Bahkan ada proyek ilmiah bagi
masyarakat untuk menemukan planet kesembilan yang juga bisa Anda ikuti.
Jika planet kesembilan dan kesepuluh memang ada di luar sana, kemungkinan besar kita akan
menemukan mereka. Diperkirakan ada lebih banyak lagi benda-benda langit seukuran planet katai yang bersembunyi di wilayah terluar tata surya. Menemukan mereka juga akan sama rumitnya.
Mencari
eksoplanet justru lebih mudah. Layaknya melihat seseorang dalam siluet jendela yang lebih mudah dilakukan daripada melihat seseorang yang berada sangat dekat di bawah kondisi gelap gulita. Dengan demikian, lebih mudah menemukan ribuan eksoplanet daripada menemukan objek-objek
yang relatif kecil di wilayah terluar tata surya.
Ditulis oleh: Jonathan O’Callaghan, iflscience.com
Ditulis oleh: Jonathan O’Callaghan, iflscience.com
#terimakasihgoogle
Komentar
Posting Komentar