Langsung ke konten utama

Jupiter Memiliki Dua Bulan Baru

jupiter-memiliki-dua-bulan-baru-astronomi
Montase gambar yang disusun dari data pesawat antariksa Voyager NASA, menampilkan Jupiter yang diorbit empat bulan utama, Io, Europa, Ganymede, dan Callisto.
Kredt: NASA/JPL

Lima bulan (satelit alami planet) yang sebelumnya hilang telah ditemukan kembali.

Raksasa gas seolah tidak pernah berhenti membuat kita terpesona, kini Jupiter menambah koleksi dua bulan baru ke dalam daftar satelit alami miliknya.

Saat sedang mencari Planet X, Scott Sheppard, ilmuwan dan staf DTM, bersama David Tholen dari Universitas Hawaii dan Chadwick Trujillo dari Northern Arizona University, memutuskan untuk mengarahkan teleskop mereka ke arah Jupiter. Dari sana, tim dapat mempelajari Jupiter sebagai latar depan sembari terus mencari Planet X di latar belakang.

Saat melakukan observasi, mereka justru menemukan kembali bulan-bulan "hilang" dan dua bulan baru di sistem Jupiter. Diberi kode S/2016 J 1 dan S/2017 J 1, kedua bulan berukuran beberapa mil, terletak sekitar 21 juta kilometer dan 24 juta kilometer dari Jupiter.

Sementara bulan-bulan "hilang" yang ditemukan oleh tim, sebenarnya telah ditemukan pada tahun 2003, namun tidak ada cukup informasi untuk menentukan orbit mereka, sehingga para astronom kehilangan jejak saat mereka mengelilingi Jupiter. Beberapa di antarnya telah ditemukan kembali, namun 14 bulan masih dianggap hilang hingga awal tahun 2016.

Saat mengamati, tim juga menganalisis data penemuan awal dan data penemuan kembali, untuk menemukan lima bulan yang dianggap hilang. Mereka akan terus mengamati selama satu tahun lagi untuk mengetahui apakah mereka dapat mengidentifikasi sisa bulan yang masih hilang, mungkin saja mereka justru akan menemukan lebih banyak bulan baru.

Selanjutnya, tim mengkonfirmasi bahwa S/2016 J 1 dan S/2017 J 1 adalah bulan yang belum pernah ditemukan sebelumnya, sehingga koleksi bulan Jupiter kini setidaknya mencapai angka 69.

Ditulis oleh: Nicole Kiefert, www.astronomy.com


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sudut Matahari dari atas kota Al

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia

Berapa Lama Satu Tahun di Planet-Planet Lain?

Jawaban Singkat Berikut daftar berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh setiap planet di tata surya kita untuk menyelesaikan satu kali orbit mengitari Matahari (dalam satuan hari di Bumi): Merkurius: 88 hari Venus: 225 hari Bumi: 365 hari Mars: 687 hari Jupiter: 4.333 hari Saturnus: 10.759 hari Uranus: 30.687 hari Neptunus: 60.190 hari   Satu tahun di Bumi berlalu sekitar 365 hari 6 jam, durasi waktu yang dibutuhkan oleh Bumi untuk menyelesaikan satu kali orbit mengitari Matahari. Pelajari lebih lanjut tentang hal itu di artikel: Apa Itu Tahun Kabisat? Satu tahun diukur dari seberapa lama waktu yang dibutuhkan oleh sebuah planet untuk mengorbit bintang induk. Kredit: NASA/Terry Virts Semua planet di tata surya kita juga mengorbit Matahari. Durasi waktu satu tahun sangat tergantung dengan tempat mereka mengorbit. Planet yang mengorbit Matahari dari jarak yang lebih dekat daripada Bumi, lama satu tahunnya lebih pendek daripada Bumi. Sebaliknya planet yang