Langsung ke konten utama

NGC 5398, Galaksi Spiral Berbatang dengan Wilayah HII yang Cukup Luas

galaksi-spiral-berbatang-ngc-5398-astronomi
Galaksi spiral berbatang NGC 5398.
Kredit: NASA/ESA

Kali ini, Teleskop Antariksa Hubble NASA/ESA membidik NGC 5398, sebuah galaksi spiral berbatang yang terletak sekitar 55 juta tahun cahaya dari Bumi.

Galaksi ini terkenal karena secara khusus menampung wilayah HII yang cukup luas. HII adalah awan molekuler yang terbuat dari molekul hidrogen terionisasi, atau "HII/H2". H adalah simbol kimia untuk hidrogen dan "II" menunjukkan atom hidrogen telah kehilangan elektron dan terionisasi. Awan molekuler raksasa hidrogen terionisasi di NGC 5398 yang disebut Tol 89, berada di ujung kiri bawah inti “batang” bintang galaksi, sebuah struktur yang memotong inti galaksi dan menyalurkan material untuk mempertahankan proses produksi bintang di sana.

Tol 89 sangat mencolok, menjadi satu-satunya kompleks pabrik bintang masif di seluruh galaksi dan mengandung setidaknya tujuh gugus bintang masif yang masih muda. Dua gumpalan paling terang di Tol 89, yang diberi kode "A" dan "B", tampaknya telah mengalami dua aktivitas ledakan formasi bintang yang disebut "starbursts" yang terjadi sekitar 3-4 juta tahun lalu. Tol 89-A diprediksi menampung sejumlah bintang terang dan masif tipe Wolf-Rayet, bintang yang sangat panas dan menghembuskan angin bintang ekstrem.

Ditulis oleh: Staf www.nasa.gov, editor: Karl Hille


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...