Langsung ke konten utama

Seberapa Jauh Jarak Bulan dari Bumi?

Kamu mungkin akan terkejut.

Karena saat kita melihat gambar Bumi dan Bulan, mereka terlihat sangat dekat.

seberapa-jauh-bulan-astronomi
Bumi: Hai, gimana kabarmu?
Bulan: Baik-baik saja, kawan.

Jangan tertipu! Mereka sebenarnya terpisah sangat jauh. Jarak rata-rata antara Bulan dengan Bumi adalah 384.400 km. Seberapa jauh jarak tersebut? Jarak ini setara dengan 30 kali ukuran Bumi.

seberapa-jauh-bulan-01-astronomi
Jarak rata-rata Bulan dengan Bumi setara dengan 30 kali ukuran Bumi.

Jarak Rata-Rata

Mengapa disebut jarak rata-rata? Karena jarak Bulan dari Bumi tidak selalu sama, mengingat orbit Bulan mengelilingi Bumi bukanlah lingkaran sempurna.

Jarak terjauh Bulan adalah 405.696 km, setara dengan 32 kali ukuran Bumi. Sedangkan jarak terdekat adalah 363.105 km, setara dengan 28-29 ukuran Bumi.

Terpisah Jauh!

seberapa-jauh-bulan-02-astronomi
Bumi: Jarakmu ternyata sangat jauh!
Bulan: Apa? Aku tak bisa mendengarmu!

Bulan terlihat sangat dekat karena kita dapat melihatnya tanpa bantuan teleskop,

seberapa-jauh-bulan-03-astronomi
Bukankah aku terlihat cantik?

Tapi ingat, jarak Bulan dari Bumi sebenarnya lebih jauh daripada yang disadari kebanyakan orang!

seberapa-jauh-bulan-04-astronomi
Hei, aku di sebelah sini!

Ditulis oleh: Staf spaceplace.nasa.gov


#terimakasihgoogle

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...