Langsung ke konten utama

Kunang-Kunang Kosmik Hubble

gugus-galaksi-abel-2163-informasi-astronomi
Kredit gambar: ESA/Hubble dan NASA

Ribuan galaksi bersinar seperti kunang-kunang dalam gambar spektakuler yang diambil oleh Teleskop Antariksa Hubble kolaborasi antara NASA dan ESA. Kawanan kunang-kunang kosmik ini adalah sebuah gugus galaksi yang diberi nama Abell 2163.

Abell 2163 adalah salah satu gugus galaksi dari katalog Abell, katalog langit yang telah mendokumentasikan lebih dari 4.000 gugus galaksi. Abel 2163 telah dipelajari dengan intens, karena material di inti gugus (medium antargugus) menunjukkan sifat yang luar biasa, termasuk lingkaran halo spektrum radio terang dan berukuran besar, suhu yang sangat tinggi dan luminositas sinar-X. Abel 2163 adalah gugus terpanas di dalam katalog! Studi terhadap gugus galaksi raksasa seperti Abell 2163 dapat memberikan kontribusi untuk mengungkap sifat materi gelap dan memberikan perspektif baru tentang alam semesta jauh melalui fenomena kosmik seperti lensa gravitasi.

Gambar ini diambil oleh Advanced Camera for Surveys dan Wide-Field Camera 3 Hubble, sebagai bagian dari program observasi ekstensif RELICS. Program ini telah mencitrakan 41 gugus galaksi masif untuk menemukan galaksi-galaksi jauh yang paling terang dan akan dipelajari secara lebih rinci, baik menggunakan teleskop generasi saat ini maupun maupun teleskop antariksa masa depan James Webb.

Ditulis oleh: Staf ESA (Badan Antariksa Eropa), www.nasa.gov, editor: Karl Hille


#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...