Langsung ke konten utama

Semua Bersinar

enceladus-bulan-saturnus-informasi-astronomi
Kredit: NASA/JPL-Caltech/Institut Sains Antariksa

Enceladus, salah satu bulan Saturnus, melayang di depan cincin yang bersinar terang di bawah sinar Matahari. Di balik permukaan eksteriornya yang dingin, Enceladus menyembunyikan samudera raya air cair. Terlihat di kutub selatan Enceladus (bagian bawah gambar) adalah kepulan partikel air es dan material lainnya yang bersumber dari samudera air cair di bawah permukaan yang bocor melalui retakan-retakan es. Titik terang di sebelah kanan Enceladus adalah sebuah bintang jauh.

Gambar ini diambil dalam cahaya kasat mata oleh kamera sudut sempit pesawat antariksa Cassini NASA dari jarak sekitar 145.000 kilometer pada tanggal 06 November 2011.

Cassini telah mengakhiri misinya pada tanggal  15 September 2017.

Misi Cassini adalah proyek kerjasama antara NASA, ESA (Badan Antariksa Eropa) dan Badan Antariksa Italia. Laboratorium Propulsi Jet (JPL) NASA, salah satu divisi California Institute of Technology (Caltech), mengelola misi pesawat antariksa Cassini untuk Direktorat Misi Ilmu Pengetahuan NASA di Washington. Dua kamera pengorbit Cassini dirancang, dikembangkan dan dipasang di JPL. Pusat operasi pencitraan berbasis di Institut Sains Antariksa di Boulder, Colorado.

Ditulis oleh: Staf www.nasa.gov, editor: Tony Greicius

Sumber: All Aglow

#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...