Langsung ke konten utama

Mengapa Matahari Membakar Kita?

mengapa-matahari-membakar-kita-informasi-astronomi

Matahari memberikan kehangatan kepada planet Bumi kita, sekaligus menopang kehidupan untuk berkembang biak. Matahari juga menyediakan cahaya agar kita bisa melihat. Tapi Matahari juga bisa membakar kita. Lantas, apa penyebabnya?

Jawabannya adalah Energi

Matahari mengirim banyak energi ke Bumi sepanjang waktu. Ada beberapa jenis energi. Ada radiasi inframerah, yaitu panas, cahaya kasat mata, yang bisa dilihat mata kita dan sinar ultraviolet. Memang kita tidak bisa melihatnya, namun sinar ultaviolet memang benar-benar ada, dan bisa membakar kulit kita.

mengapa-matahari-membakar-kita-01-informasi-astronomi

Gelombang Energi

Radiasi inframerah, cahaya kasat mata dan sinar ultraviolet, ketiganya adalah jenis gelombang dalam spektrum elektromagnetik berupa energi. Tapi gelombang energi ini tidak semuanya sama, karena jenis gelombang energi tertentu memiliki daya yang lebih besar daripada yang lain.

mengapa-matahari-membakar-kita-02-informasi-astronomi

Energi gelombang inframerah lebih rendah daripada gelombang cahaya kasat mata. Gelombang inframerah lebih panjang dan lebih besar di antara puncak dan lembah panjang gelombang. Sedangkan energi gelombang ultraviolet lebih besar daripada cahaya kasat mata. Energi ultraviolet inilah yang bisa menyakiti kita.

mengapa-matahari-membakar-kita-03-informasi-astronomi

Rasakan Sinar Ultraviolet Membakar Kulit Kita

Jika terlalu lama terpapar sinar ultraviolet Matahari, kulit kita bisa terluka. Sel kulit bisa mati dan tubuh kita bereaksi. Kulit memerah dan terasa sangat perih.

Walaupun berasal dari Matahari, sinar ultraviolet tetap bisa memantul dari permukaan, seperti air, salju, dan gedung. Berarti meskipun berlindung di bawah payung, kita masih bisa terpapar sinar Matahari. Sinar ultraviolet juga bisa menembus awan, sehingga kita tetap rentan terpapar meskipun cuaca mendung.

mengapa-matahari-membakar-kita-04-informasi-astronomi

Kita bisa melindungi kulit dari sinar ultraviolet, pakaian dan topi adalah cara terbaik, sementara sunblock mengandung bahan kimia yang dapat memantulkan atau menyerap sinar ultraviolet.

mengapa-matahari-membakar-kita-05-informasi-astronomi

Dengan begitu kita dapat menikmati energi lain dari Matahari, cahaya kasat mata dan kehangatan inframerah.

mengapa-matahari-membakar-kita-06-informasi-astronomi

Dari Mana Energi Matahari Berasal?

Pelajari tentang semua hal ini di video berikut!


Transkip Video

Setiap 1/1,5 juta detik, Matahari melepaskan lebih banyak energi daripada energi yang digunakan oleh manusia dalam satu tahun. Tanpa Matahari tidak akan ada cahaya, tidak ada kehangatan, dan tidak ada kehidupan.

Panas Matahari memengaruhi lingkungan seluruh planet, planet katai, bulan, asteroid, dan komet di tata surya kita.

Bagaimana sebuah bola hidrogen raksasa menciptakan semua panas itu? Secara singkat, jawabannya adalah karena ukurannya yang sangat besar. Jika ukurannya lebih kecil, maka Matahari hanya akan menjadi objek bulat hidrogen seperti Jupiter.

Tapi Matahari jauh lebih besar daripada Jupiter. Dibutuhkan hampir 1.000 Jupiter untuk mengisi Matahari!

Matahari memiliki kandungan hidrogen dalam jumlah yang sangat besar yang disatukan oleh gaya gravitasi, sehingga kita tahu ada banyak tekanan di dalam Matahari.

Sebenarnya, tekanan di Matahari begitu kuatnya dan kerapatannya begitu besar, sehingga atom-atom hidrogen melebur dan membentuk elemen baru, helium.

Proses ini disebut fusi nuklir. Matahari melepaskan energi sembari menciptakan reaksi berantai yang memungkinkan fusi nuklir terjadi secara berulang-ulang.

Energi akhirnya menumpuk. Suhu di inti Matahari dapat mencapai 27 juta derajat Fahrenheit. Energi bergerak keluar melalui area luas yang disebut zona konvektif. Selanjutnya energi bergerak ke fotosfer dan memancarkan panas, partikel bermuatan dan cahaya.

Panas inilah yang menjadi sumber daya bagi reaksi kimia yang menjaga kehidupan di Bumi dan menopang molekul gas dan air cair di beberapa planet dan bulan.

Partikel bermuatan menciptakan ‘angin surya’ yang berhembus ke ruang antarbintang miliaran mil jauhnya.

Sementara cahaya Matahari terus merambat melintasi kosmos, cahaya dari satu di antara trilyunan bintang.

Tak terlalu buruk untuk bola gas raksasa, bukan?

Ditulis oleh: Staf spaceplace.nasa.gov


#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...