Langsung ke konten utama

Berapa Banyak Bintang yang Bisa Anda Lihat di Langit Malam Hari?

Butuh waktu sekitar 30 menit agar mata kita beradaptasi di dalam kegelapan. Lalu, saat berada di lokasi yang jauh dari polusi cahaya perkotaan di bawah langit gelap gulita tanpa cahaya Bulan, berapa banyak bintang yang bisa kita lihat dengan mata telanjang?

berapa-banyak-bintang-yang-bisa-anda-lihat-di-langit-malam-hari-informasi-astronomi
Galaksi Bima Sakti sebagaimana terlihat dari Observatorium La Silla.
Kredit gambar: ESO/HÃ¥kon Dahle.

Sebenarnya tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan ini. Karena belum pernah ada yang menghitung semua bintang di langit malam dan para astronom kerap mengajukan angka yang berbeda sebagai perkiraan teoritis.

Mengingat semua bintang dapat terlihat dari segala penjuru, estimasi terbesar adalah sekitar 10.000 bintang. Sedangkan estimasi lainnya hanya menempatkan angka sekitar 5.000 bintang yang mengelilingi seluruh Bumi. Sementara belahan Bumi lainnya yang menghadap Matahari mengalami siang hari, jadi hanya separuh dari estimasi jumlah bintang yang dapat kita amati dengan mata telanjang di sisi malam hari, di antara angka tertinggi 5.000 dan terendah 2.500. Belum termasuk sebagian bintang yang tak terlihat di halimun sekitar cakrawala.

berapa-banyak-bintang-yang-bisa-anda-lihat-informasi-astronomi
Chirag Upreti menulis pada tanggal 17 Februari 2018: “Inti Bima Sakti, cahaya pertama untuk tahun 2018! Cuaca cerah yang bertepatan dengan fase Bulan dini hari. Mustahil untuk menolaknya! Bersama seorang teman, saya berkendara selama 3 jam ke Montauk, ujung paling timur New York di lokasi Mercusuar Montauk Point. Langit malam di sini diberi nilai Bortle Scale 4 (langit gelap pedesaan).”

Mengapa para astronom tidak bisa menyepakati jumlah bintang yang dapat terlihat di langit Bumi? Itu karena kita tidak melihat langit dengan cara yang sama. Bahkan dalam kondisi paling ideal, ada cukup banyak variasi antara seberapa baik kita dapat melihat bintang, tergantung pada faktor seperti kekuatan penglihatan dan usia. Seiring bertambahnya usia, misalnya, mata kita cenderung kurang peka terhadap cahaya redup.

Selain itu, kita juga harus memperhitungkan kecerahan langit malam. Bahkan saat malam hari tanpa Bulan, cahaya lampu perkotaan juga memengaruhi kecerahan langit.

Namun, jika sudah jauh dari lampu perkotaan dan berada di bawah kondisi langit cerah gelap gulita tanpa polusi cahaya sama sekali, seseorang yang masih berusia muda hingga paruh baya dengan penglihatan normal dapat melihat ribuan bintang.

Pada intinya, estimasi jumlah bintang yang bisa kita lihat menggunakan mata telanjang akan bervariasi, sebagian karena faktor kepekaan penglihatan dan kondisi langit malam hari.

Ditulis oleh: Staf earthsky.org


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...