Langsung ke konten utama

Sebuah Bintang Berada di Jalur Tabrakan dengan Pinggiran Tata Surya

bintang-gliese-70-informasi-astronomi
NASA/JPL Caltech

Dalam waktu 1,35 juta tahun yang akan datang, sebuah bintang akan melintas di dekat tata surya kita dan berpotensi mengirim sekumpulan komet ke arah Bumi. Sebuah makalah ilmiah terbaru yang diterbitkan di Astronomy & Astrophysics, mengklaim bintang tersebut mungkin akan berada lebih dekat dengan tata surya kita daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Bintang yang diberi kode Gliese 710 hanya setengah ukuran Matahari dan saat ini terletak 64 tahun cahaya dari Bumi. Pergerakan Gliese 70 mengarah ke tata surya kita dan berpotensi mencapai titik terdekat sekitar 77 hari cahaya atau 13.365 AU (1 AU adalah jarak Bumi-Matahari). Menurut penelitian yang digelar oleh astronom Filip Berski dan Piotr A. Dybczyński dari Adam Mickiewicz University di Polandia, jarak ini lima kali lebih dekat daripada perkiraan sebelumnya.

Perhitungan jarak Gliese 70 dilakukan menggunakan Observatorium Antariksa Gaia ESA (Badan Antariksa Eropa) yang saat ini tengah memetakan setiap bintang di galaksi Bima Sakti.

Jarak terdekat yang berpotensi dicapai Gliese 70 mungkin masih tampak jauh, tetapi dianggap memengaruhi Awan Oort yang mengelilingi tata surya kita yang membentang antara 5.000-200.000 AU. Tim memprediksi Gliese 70 akan mengganggu lintasan orbit komet-komet di Awan Oort, mengakibatkan beberapa dari mereka mengarah ke Bumi.

“Gliese 710 akan memicu fenomena 10 hujan komet per tahun yang akan berlangsung selama 3-4 juta tahun,” seperti yang tertulis di makalah ilmiah.

“Dari perhitungan, kami memprediksi Gliese 70 akan memberikan pengaruh kuat terhadap objek-objek Awan Oort sepuluh juta tahun yang akan datang, bahkan dalam beberapa juta tahun terakhir belum pernah ada objek semacam itu di dekat Matahari.”

Dampak papasan antara Gliese 70 dengan tata surya belum bisa ditentukan. Jika umat manusia masih hidup di Bumi saat itu, mereka mungkin melihat satu atau dua komet melintas, meskipun Jupiter akan menyapu mereka. Gliese 70 bukanlah satu-satunya bintang yang akan melintas dari jarak sedekat ini, karena para ilmuwan memprediksi ada 14 bintang yang melintasi tata surya dari jarak 3 tahun cahaya beberapa juta tahun yang akan datang.

Jika saat itu ada komet yang mengarah ke Bumi, semoga kita telah menemukan cara untuk mengantisipasinya.

Ditulis oleh: Jonathan O’Callaghan, iflscience.com


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...