Langsung ke konten utama

Enam Galaksi Tanpa Bintang Ditemukan oleh Para Astronom

enam-galaksi-tanpa-bintang-ditemukan-oleh-para-astronom-informasi-astronomi
Komposisi galaksi-galaksi gelap hanya terdiri dari awan gas dengan beberapa bintang di dalamnya. Para astronom dapat mengamatinya saat sebuah quasar menyinari mereka.
V. Sadovski/Shutterstock

Para astronom telah menemukan enam “galaksi gelap”, yaitu galaksi yang bukannya melimpah dengan bintang, sebaliknya jika tidak ada sama sekali, berarti jumlah bintang di dalamnya hanya sedikit.

Menurut model astrofisika terbaru, galaksi-galaksi awal mungkin telah mengalami sebuah fase gelap. Galaksi-galaksi gelap yang ukurannya cukup besar dan penuh dengan molekul gas mungkin mengalami kesulitan untuk memproduksi bintang-bintang baru. Menemukan galaksi semacam ini adalah upaya yang sangat menantang karena mereka tidak memancarkan cahaya. Tetapi memanfaatkan cahaya dari sumber-sumber lain di dekatnya, para astronom yakin telah menemukan enam galaksi gelap.

Sebagaimana dilaporkan di makalah studi yang dipublikasikan di Astrophysical Journal, tim astronom dari Eropa telah mengidentifikasi enam objek kandidat galaksi gelap saat alam semesta belum genap berusia dua miliar tahun. Keenam kandidat secara fluoresensi diterangi oleh quasar di dekatnya, yaitu galaksi aktif yang digerakkan oleh akresi material yang jatuh ke lubang hitam supermasif. Proses akresi menghasilkan quasar sangat terang, sehingga cahayanya dapat dimanfaatkan untuk melihat objek kosmik lainnya, layaknya sebuah lampu senter.

Quasar menghasilkan emisi sinar ultraviolet dalam jumlah besar, yang diserap oleh molekul gas dan dipancarkan kembali. Mirip dengan bagaimana pakaian putih bersinar di bawah cahaya ultraviolet di sebuah klub malam. Dan observasi ini dianggap cukup bagi tim untuk menentukan sifat galaksi gelap.

Keenam kandidat galaksi gelap berukuran kecil dan padat, dengan rentang massa 200 juta hingga 6 miliar kali massa Matahari. Menurut tim, mereka memiliki sifat yang mirip dengan galaksi-galaksi gelap lainnya yang telah ditemukan dalam beberapa tahun terakhir. Semua galaksi gelap yang telah ditemukan diperkirakan lebih muda, karena berasal dari alam semesta yang berusia 3 miliar tahun setelah Big Bang, jadi satu miliar lebih muda daripada keenam kandidat baru. Dengan menemukan galaksi-galaksi gelap yang lebih tua, para ilmuwan ingin mengungkap pembentukan galaksi pada awal alam semesta.

Tim menggunakan salah satu instrumen astronomi paling canggih, Multi Unit Spectroscopic Explorer (MUSE). MUSE diinstal di Very Large Telescope (VLT) dan mampu mengamati petak-petak luas langit secara sekaligus. Itulah sebabnya MUSE sangat ideal untuk menemukan kandidat galaksi gelap di sekitar quasar.

Meskipun merupakan jenis observasi terbaru yang menarik, galaksi-galaksi gelap tetap menjadi kelas objek yang kompleks di dalam evolusi kosmik, mengingat beberapa miliar tahun setelah Big Bang, volume alam semesta dianggap masih kurang luas, ditambah keterbatasan instrumen kita untuk melakukan observasi. Teleskop masa depan seperti Teleskop Antariksa James Webb NASA dan survei-survei khusus akan membantu mengisi celah. Mungkin sebentar lagi galaksi-galaksi gelap tidak lagi misterius.

Ditulis oleh: Alfredo Carpineti, www.iflscience.com



#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...