Kelanjutan dari artikel: Apakah Manusia Tanpa Sengaja Mendeklarasikan Perang Antar Bintang? (Bagian 1)
Permasalahan
pertama adalah ruangantar bintang penuh dengan partikel, yang sebagian
besar bergerak relatif lambat (beberapa ratus km/detik) melalui
galaksi. Jika mengenai pesawat antariksa, partikel akan menciptakan lubang di pesawat antariksa, mirip keju swiss.
Yang
kedua adalah tidak ada mekanisme pengereman yang cukup logis. Ketika tiba di tempat tujuan, pesawat antariksa masih melaju dengan kecepatan saat lepas landas. Mereka tidak berhenti untuk mengambil data atau melakukan penyisipan
orbital secara lembut dan tetap melaju dengan kecepatan yang kurang lebih
sama.
Dan
yang ketiga adalah tingkat presisi untuk mendekati tempat tujuan, tetapi tidak
bertabrakan dengan planet yang menjadi target hampir tidak mungkin dilakukan. “Kerucut
ketidakpastian” untuk lintasan apa pun tentunya mencakup planet yang dituju.
![]() |
Pada tahun 1860, sebuah meteor ‘menyerempet’ Bumi, dan menghasilkan tampilan cahaya yang sangat terang. Rederic Edwin Church/Judith Filenbaum Hernstadt |
Apa
yang terjadi ketika starchip justru menabrak planet yang berpenghuni? Kerusakan apa yang akan ditimbulkan?
60.000
km/detik ribuan kali lebih cepat daripada kecepatan seluruh pesawat antariksa
yang memasuki atmosfer Bumi, dan sekitar 1.000
kali lebih cepat daripada meteor tercepat di tata surya kita. Hanya dibutuhkan waktu seperseribu detik bagi starchip untuk melewati atmosfer dan jatuh ke permukaan.
Bahkan pada kecepatan yang lebih rendah, hanya pesawat antariksa dengan perisai
panas tercanggih yang dapat selamat ketika memasuki atmosfer kita.
![]() |
Astronot Bob Crippen dengan kapsul Gemini-B yang dilindungi oleh perisai panas, meskipun utuh namun tetap rusak. NASA/Kim Shiflett |
Tetapi,
kecepatan dan energi, terkait dengan sebuah cara yang memperburuk situasi. Jika kita menggandakan kecepatan, sebuah objek akan memperoleh empat
kali lipat energi, karena energi kinetik sebanding dengan kuadrat kecepatan. Sebuah
bebatuan raksasa seberat 1.000.000 kg yang menabrak planet dengan kecepatan 60
km/detik akan menyebabkan kerusakan, tetapi sebuah batu yang beratnya hanya 1 kg
dengan kecepatan 60.000 km/detik akan memberikan jumlah energi yang setara apabila bertabrakan.
Bahkan,
jika kita nantinya berhasil membuat starchip dengan massa yang ringan, tetap
saja akan menyebabkan kerusakan. Sebuah planet yang tertabrak oleh starchip dengan berat hanya 1 gram namun melaju dengan kecepatan 60.000 km/detik, akan mengalami tingkat efek bencana setara dengan planet yang ditabrak asteroid seberat 1 ton dengan kecepatan 60 km/detik. Setiap benturan antara starchip
dengan planet yang dituju setara dengan energi meteorit Chelyabinsk yang
menghantam Bumi, tabrakan paling energik dalam satu dekade ini.
Jika
Anda adalah alien di sebuah planet yang diserang oleh objek yang melaju dengan
kecepatan relativistik, kesimpulan apa yang akan Anda ambil? Anda akan segera mengetahui kerusakan tidak disebabkan secara alami, karena objek melaju begitu cepat, berarti dibuat oleh peradaban maju. Anda akan mengetahui bahwa planet memang sengaja dijadikan target, mengingat ruang angkasa terlalu luas sehingga persentase benturan acak hampir mendekati nol. Lantas Anda akan menganggap peradaban asing tersebut berniat jahat. Tidak ada sebuah peradaban dengan niat baik yang meluncurkan sesuatu secara sembarangan dan
ceroboh, mengingat potensi dampak kerusakan yang akan ditimbulkan. Jika kita cukup
pintar untuk mengirim sebuah pesawat antariksa melintasi galaksi ke sistem bintang
lain, seharusnya kita bisa cukup bijak untuk memperhitungkan konsekuensi potensi bencana yang ditimbulkan.
Stephen
Hawking telah memberikan peringatan yang sangat terkenal:
"Jika
alien mengunjungi kita, maka tidak akan jauh berbeda seperti ketika Columbus
mendarat di Amerika, bencana bagi pribumi Amerika."
Apabila
kita tidak mempertimbangkan konsekuensi ambisi teknologi perjalanan antarbintang,
kita mungkin dianggap meletuskan tembakan pertama dari satu planet ke
planet lainnya. Stephen Hawking justru adalah penyokong utama Breakthrough Starshot, inkonsistensi kosmik yang sungguh hebat. Seseorang yang telah mengingatkan kita untuk
tidak melakukan kontak dengan peradaban asing, tidak bermasalah ketika mendukung peluncuran
yang berpotensi menjadi senjata antarbintang.
Kosmos bukanlah dunia barat yang liar, melainkan perbatasan terakhir kita. Saat
mengambil langkah pertama memasuki lautan kosmik, tentunya ada rintangan yang menghadang.
Tetapi kita harus memastikan setiap langkah yang kita tempuh tidak mengakibatkan
korban yang tidak berdosa dan bebas dari kebencian. Memilih jalur yang ceroboh,
berbahaya dan tidak berhati-hati adalah kelalaian. Jika kita secara lalai
mengabaikan sebuah spesies yang mungkin ribuan tahun lebih maju secara teknologi daripada
kita, kecerobohan kita dapat menjadi tembakan pertama yang meletus dalam bencana
perang antarbintang.
Ditulis
oleh: Ethan Siegel, kontributor www.forbes.com
Komentar
Posting Komentar