Langsung ke konten utama

Cincin Rangkaian Lubang Hitam Ekstrem Akibat Tabrakan Dahsyat Antar Galaksi

cincin-rangkaian-lubang-hitam-informasi-astronomi
Galaksi cincin AM 0644-741dengan sumber ultraluminious sinar-X dalam warna ungu.
Kredit: NASA/CXC/INAF/A. WOLTER dkk/Optical: NASA/STSCI


Galaksi cincin adalah sampel langka yang dihasilkan oleh tabrakan dahsyat antara dua galaksi. Selama fenomena ini, struktur spiral galaksi lama hilang dan berubah menjadi sebuah cincin lebar yang terbentuk di sekitar tonjolan pusat galaksi baru. Para peneliti telah menggunakan data yang dikumpulkan oleh Observatorium Sinar-X Chandra NASA untuk menemukan objek-objek kosmik yang ekstrem seperti lubang hitam dan bintang neutron yang mendiami struktur cincin.

Tim astronom yang mempelajari tujuh buah galaksi cincin, telah mempublikasikan makalah ilmiah mereka di Astrophysical Journal. Chandra berhasil mengungkap 63 sumber sinar-X di ketujuh galaksi cincin dan 50 dari mereka diklasifikasikan sebagai ultraluminous, menghasilkan sinar-X yang lebih terang ratusan hingga ribuan kali lipat daripada sistem biner yang terdiri dari lubang hitam atau bintang neutron.

Tim menemukan sejumlah sumber ekstrem yang tak terduga dan berpotensi membawa implikasi krusial untuk berbagai bidang astronomi. Mereka baru saja terbentuk akibat fenomena tabrakan antar galaksi, mungkin hanya beberapa ratus juta tahun yang lalu, dianggap singkat dalam skala waktu astronomi.

Beberapa rahasia pembentukan objek ekstrem semacam ini dapat ditemukan dari fenomena tabrakan yang menghasilkan galaksi cincin. Interaksi antar galaksi mengarah ke pembentukan struktur cincin, yang menjadi lokasi di mana molekul gas terkompres untuk membentuk bintang-bintang baru. Aktivitas ini melokalisasi populasi bintang yang benar-benar baru di dalam cincin, mengingat mereka terlihat cerah dan berwarna biru. Beberapa dari bintang yang baru dilahirkan ini sangat masif dan berujung ke ledakan supernova hanya dalam waktu beberapa juta tahun kemudian.

Supernova menciptakan bintang neutron dan lubang hitam, beberapa di antaranya menjadi sumber sinar-X yang terdeteksi dalam penelitian. Saat ini, para peneliti belum mengetahui dengan pasti sifat sumber ultraluminous di galaksi-galaksi cincin. Kedua objek kosmik paling ekstrem, lubang hitam dan bintang neutron bermassa bintang, dapat menghasilkan emisi sinar-X intens jika mereka dikelilingi oleh sejumlah material yang disalurkan di sepanjang garis medan magnet kuat. Beberapa dari mereka bahkan dapat memiliki pengiring dari mana material penghasil emisi sinar-X dicuri.

Penafsiran potensial lainnya adalah beberapa objek ulltraluminous adalah lubang hitam masif yang melampaui massa bintang, seperti yang ditemukan oleh beberapa observatorium gelombang gravitasi selama beberapa tahun terakhir. Untuk menjelaskan pengamatan dramatis menggunakan Chandra, lubang hitam masif ini seharusnya menelan material dalam jumlah besar.

Tim berharap untuk dapat mempelajari sifat alami objek-objek kosmik ekstrem di galaksi cincin secara terperinci dan mencari tahu mengapa struktur cincin dapat membentuk mereka.

Ditulis oleh: Alfredo Carpineti


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...