Langsung ke konten utama

Baru Saja Ditemukan, HD 26965b Mirip Planet Vulcan di Film Star Trek

planet-vulcan-star-trek-informasi-astronomi
Ilustrasi planet Vulcan dari film Star Trek

Para astronom baru saja menemukan sebuah planet yang sesuai dengan deskripsi planet Vulcan, kampung halaman Mr. Spock dari waralaba Star Trek. Secara resmi diberi nama HD 26965b, ukuran planet ini sekitar dua kali ukuran dan massa 8,47 kali Bumi, terletak sekitar 16 tahun cahaya di sistem bintang 40 Eridani. Menurut perhitungan para astronom, HD 26965b mengorbit bintang induk setiap 39 hari Bumi dari pinggir zona layak huni, lebih dekat dengan bintang induk yang membuat suhu planet sangat panas.

Planet fiksi Vulcan ditampilkan sebagai sebuah dunia seukuran Bumi, yang sebagian besar tertutup oleh gurun dan pegunungan dengan langit merah di atas permukaan tandus. Karena mengorbit bintang induk dari jarak yang cukup dekat, suhu di permukaan lebih panas daripada suhu di Bumi. Atmosfernya sangat tipis, selain hampir tidak bisa bernapas, para penduduk Vulcan juga sulit beradaptasi dengan lingkungan planet yang keras.

eksoplanet-hd-26965b-mirip-planet-vulcan-informasi-astronomi
Ilustrasi eksoplanet HD 26965b

Prediksi Planet Vulcan

Dalam film Star Trek II: The Wrath of Khan yang dirilis pada tahun 1982, 40 Eridani A adalah bintang induk planet Vulcan. Kemudian pada tahun 1991, penulis naskah Star Trek Gene Roddenberry menerbitkan sebuah artikel pendek setelah menjalin kerjama sama dengan tiga orang astrofisikawan yang bernama Baliunas, Donahue dan Nassiopoulos. Artikel Roddenberry menempatkan sistem Eridani sebagai lokasi yang paling ideal untuk planet Vulcan.

Sistem 40 Eridani yang sebenarnya adalah sistem bintang triple. Eridani A adalah bintang utama yang didampingi oleh bintang tipe katai merah dan katai putih, Eridani B dan Eridani C. Hanya Eridani A yang dianggap cukup stabil untuk menjadi induk bagi planet layak huni hipotetis. Eridani B memancarkan terlalu banyak radiasi berbahaya, sedangkan Eridani C kerap meletuskan suar bintang dengan dosis sinar-X mematikan.

bintang-induk-40-eridani-a-informasi-astronomi
Bintang induk planet Vulcan di dunia nyata.

Bintang Induk 40 Eridani A

Juga diberi kode HD 26965, warna 40 Eridani A agak oranye, karena ukurannya sedikit lebih kecil dan suhunya lebih dingin daripada Matahari kita. Usianya hampir setara dan memiliki pola bintik gelap yang hampir serupa dengan Matahari. Bintang ini dapat dilihat dengan mata telanjang, siapapun dapat melihatnya saat malam hari yang cerah untuk menemukan kampung halaman Mr. Spock.

dharma-endowment-foundation-telescope-informasi-astronomi
Dharma Endowment Foundation Telescope

Penemuan Planet HD 26965b

Ditemukan menggunakan Dharma Endowment Foundation Telescope (DEFT) di Mt. Lemmon, Arizona, HD 26965b digolongkan sebagai Bumi-super oleh para astronom yang tergabung dalam Dharma Planet Survey, sebuah misi untuk menemukan planet relatif kecil melalui pengukuran skala kecerahan bintang secara akurat.

Sangat menarik, karena Mr. Spock juga bertugas di pesawat antarbintang Enterprise yang mengemban misi untuk mencari dunia-dunia baru, seperti tujuan misi Dharma Planet Survey.

mr-spock-planet-vulcan-star-trek-informasi-astronomi
Mr. Spock

Observasi Masa Depan

Karena kemiripannya dengan planet fiksi Vulcan, para astronom kini merasa bergairah dan ingin mengetahui apakah planet nyata HD 26965b juga memiliki kemiripan lain, seperti apakah planet ini dihuni oleh peradaban maju bertelinga runcing. Namun, tentu saja para ilmuwan harus meneliti secara akurat karakteristik sistem 40 Eridani untuk menentukan tingkat habitabilitas planet.

Ditulis oleh: David Bressan, kontributor forbes.com dan Meghan Bartels, penulis senior space.com


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...