Kita
semua mengetahui raksasa kosmik lubang hitam yang menghisap seluruh
material yang berada terlalu dekat dengannya. Lubang hitam
adalah area gravitasi dahsyat, tidak ada apa satupun, termasuk cahaya, yang bisa lepas darinya.
Lubang
hitam terbentuk pada akhir kehidupan bintang-bintang masif. Saat energi dari fusi nuklir yang menyeimbangkan bintang lenyap, gaya gravitasi meruntuhkan bintang dan memicu ledakan supernova.
Bersembunyi
di jantung galaksi, lubang hitam tipe supermasif sangat rakus, mengkonsumsi
gas, debu dan segala sesuatu di dekatnya. Dalam
kegilaan ‘nafsu makannya’, monster ini bahkan mampu menerangi galaksi hingga
mengatasi gabungan cahaya yang dipancarkan oleh seluruh bintang di
dalam galaksi induk.
Kini para ilmuwan telah memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang sifat-sifat lubang hitam. Dilansir dari situs listverse, selain menghisap segala material, inilah 10 hal gila yang hanya bisa
dilakukan oleh lubang hitam.
10. Berotasi Sangat Cepat
![]() |
Kredit: National Geographic |
Untuk
pertama kalinya, para ilmuwan telah mengukur rotasi sebuah lubang
hitam supermasif di galaksi NGC 1365 dengan akurat. Memiliki massa yang setara dengan
beberapa juta kali massa Matahari kita, lubang hitam dengan radius 3,2
juta kilometer yang terletak 60 juta tahun cahaya dari Bumi ini,
berotasi sangat cepat hingga mencapai 84% kecepatan cahaya.
9. Bersatu untuk Menjadi Supermasif
![]() |
Kredit: scientificamerican.com |
Galaksi-galaksi
terbesar di alam semesta adalah rumah bagi pertumbuhan lubang hitam supermasif,
yang tidak mungkin terbentuk hanya dari kematian sebuah bintang. Jadi para
ilmuwan memprediksi gugus bintang, kelompok sistem biner atau
sejumlah lubang hitam yang massanya lebih kecil, bergabung untuk melahirkan
sebuah lubang hitam supermasif.
Para
ilmuwan telah memiliki bukti untuk teori ini. Melalui serangkaian pengamatan
melalui spektrum sinar-X, terungkap bahwa di pusat galaksi Bima Sakti terdapat ‘perkampungan’ lubang hitam.
12 lubang hitam telah ditemukan mengelilingi lubang hitam supermasif Sagitarius A* di
pusat galaksi kita. Penemuan ini menghasilkan prediksi mungkin ada sekitar 20.000
lubang hitam lainnya di lokasi yang sama.
8. Melemparkan Massa Setara Planet Jupiter
![]() |
Kredit: skyandtelescope.com |
Menurut
teori dan simulasi, setiap 10.000 tahun sekali lubang hitam supermasif
Sagitarius A* di galaksi Bima Sakti akan menghisap sebuah bintang yang terlalu
dekat dengannya.
Separuh
materi bintang akan terhisap, sedangkan sisanya akan dilemparkan begitu saja. Beberapa material yang terlempar ini dapat menyatu menjadi fragmen
seukuran planet Jupiter, bahkan melaju dengan kecepatan antara 3,2 hingga 32,2
juta kilometer per jam.
7. Mengungkap Masa Lalu Galaksi
![]() |
Kredit: astronomi.com |
Instrumen
Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) telah memberikan gambaran
pertama tentang stuktur torus di sekitar lubang hitam, yaitu gas dan debu yang
berputar-putar di sekitar lubang hitam dan membentuk struktur menyerupai donat.
Dari
struktur torus ini, para astronom dapat membaca masa lalu sebuah galaksi dan
menyimpulkan dari pergerakan dan asimetri bahwa galaksi yang menjadi induk lubang hitam ini, pernah bergabung dengan galaksi lain.
![]() |
Kredit: universetoday.com |
Terletak satu miliar tahun cahaya dari Bumi, lubang hitam supermasif di pusat galaksi
PG211+143 mampu mengakselerasi laju objek hingga sepertiga kecepatan cahaya. Para
astronom mengamati gumpalan-gumpalan objek, yang masing-masing massanya setara
dengan Bumi, melaju sangat cepat hingga 30% kecepatan cahaya
karena efek gravitasi lubang hitam.
Inilah
pertama kalinya para astronom menemukan objek yang secara langsung jatuh ke lubang hitam dengan kecepatan sangat tinggi, sebab biasanya ketika berada terlalu dekat dengan lubang hitam, material akan mengorbit terlebih dahulu dan
terhisap perlahan-lahan.
![]() |
Kredit: newscientist.com |
Sulit dipercaya, lubang hitam supermasif dengan bobot jutaan kali massa
Matahari dapat dipindahkan, apalagi diusir dari sebuah galaksi dengan kecepatan
tinggi. Namun para astronom menemukan lubang hitam yang terletak 8 miliar tahun
cahaya dari Bumi yang disebut 3C 186, diusir keluar dari galaksi yang
menjadi tempat tinggalnya.
Lubang
hitam dengan massa mencapai satu miliar kali massa Matahari ini ternyata
mengusir dirinya sendiri, setelah sebelumnya galaksi induk bergabung dengan galaksi lain. Saat kedua galaksi menyatu, lubang hitam supermasif di
pusat masing-masing galaksi bertabrakan dan menghasilkan gelombang
gravitasi yang sangat dahsyat.
Gelombang gravitasi justru menghempaskan lubang hitam 3C 186 keluar dari galaksi baru dengan kecepatan 7,6 juta kilometer per jam.
4. Mencuri dari Lubang Hitam
yang Lebih Besar
![]() |
Kredit: astronomi.com |
Para
astronom telah mengkonfirmasi lima fenomena penggabungan lubang hitam yang
menghasilkan gelombang gravitasi. Uniknya, ada sepasang lubang hitam dengan
perkiraan massa awal sekitar 10-15 massa Matahari, bobotnya telah
bertambah menjadi 20 massa Matahari. Pertambahan massa terjadi karena
mereka mencuri 'makanan' dari lubang hitam yang lebih besar di pusat galaksi.
Pasangan
lubang hitam pencuri ini mengembara ke pusat galaksi yang kacau, di mana gas
dan debu terhisap oleh lubang hitam supermasif pusat galaksi. Mereka mencuri
gas dan debu ini dan tumbuh lebih masif sebelum akhirnya bergabung menjadi
satu.
3. Menggunakan Medan Magnet
untuk Menghasilkan quasar
![]() |
Kredit: nasa.gov |
Salah
satu faktor utama untuk menentukan massa lubang hitam adalah melalui medan
magnet. Para ilmuwan yang mempelajari Cygnus A, sebuah galaksi aktif yang terletak 600 juta tahun cahaya dari Bumi, menemukan medan magnet kuat dan energik
di wilayah pusat galaksi. Lubang hitam di pusat Cygnus A sangat aktif, karena
mampu menghasilkan quasar, objek paling terang di Alam Semesta.
Quasar dihasilkan oleh medan magnet yang mengelilinginya. Medan magnet
memerangkap material debu dan gas di dalam struktur torus di sekitar lubang
hitam, kemudian mendorong material ke ‘mulut’ lubang hitam yang menganga. Tidak
semua debu dan gas ini jatuh ke lubang hitam, karena sebagian malah diakselerasi menjauh darinya dalam emisi berkas sempit (jet) partikel yang disebut quasar, dari atas dan bawah lubang hitam.
![]() |
Kredit: space.com |
Para
ilmuwan telah menemukan lubang hitam supermasif di pusat sebuah galaksi katai. Galaksi yang diberi nama Fornax UCD3 ini, tergolong
sebagai kelas galaksi langka yang
disebut ultra-compact dwarf dan dihuni oleh bintang-bintang lanjut usia.
Fornax
UCD3 hanya mengandung sekitar 100 juta bintang dan menempati ruang yang sangat
kecil, hanya 300 tahun cahaya. Sebagai perbandingan Bima Sakti memiliki ratusan
miliar bintang dengan radius mencapai 150.000 tahun cahaya.
Namun lubang hitam supermasif di pusat Fornax UCD3 setara dengan lubang hitam
supemasif di pusat Bima Sakti. Apabila dipersentase, lubang hitam supermasif
Fornax UCD3 mengandung 4% massa seluruh galaksi, dibandingkan Bima Sakti
yang hanya 0,3%.
![]() |
Kredit: dailygalaxy.com |
Sebuah
galaksi dengan lubang hitam supermasif di wilayah pusat,
bersinar sangat menyilaukan sehingga mengatasi gabungan seluruh cahaya bintang di galaksi itu sendiri.
Para
astronom menemukan lubang hitam yang diketahui tumbuh paling cepat di alam semesta. Mereka menggambarkannya sebagai raksasa yang menelan massa setara dengan
Matahari setiap dua hari sekali. Terletak 12 miliar tahun cahaya dari Bumi, kobaran api dari material di sekitar lubang hitam supermasif ini
setara dengan cahaya 700 triliun Matahari.
Lubang
hitam ini tumbuh dengan sangat cepat dan bersinar ribuan kali
lebih terang daripada cahaya bintang di seluruh galaksi induk, karena semua molekul gas yang
dihisap setiap hari menyebabkan gesekan dan panas, memancarkan
energi yang disebut quasar.
Itulah
10 hal gila yang hanya bisa dilakukan oleh lubang hitam. Meskipun Sun Tzu
pernah berkata, “dekatilah teman-temanmu, tapi lebih dekatlah dengan
musuh-musuhmu,” saran tersebut benar-benar harus diabaikan jika menyangkut lubang
hitam.
Ditulis
oleh: Ivan Farkas, listverse.com
Komentar
Posting Komentar