Langsung ke konten utama

Tau Ceti E dan F, Eksoplanet Terdekat yang Tidak Layak Huni

tau-ceti-f-eksoplanet-informasi-astronomi
Ilustrasi eksoplanet Tau Ceti f yang ditemukan hanya 11,9 tahun cahaya dari Bumi.
Kredit: PHL @UPR Arecibo (phl.upr.edu)

Peluang untuk menemukan kehidupan di halaman belakang kosmik tata surya baru saja memperoleh kabar buruk.

Bintang Tau Ceti yang terletak hanya 11,9 tahun cahaya dari Bumi, diperkirakan diorbit oleh lima planet. Dua di antaranya diperkirakan berada di “zona layak huni”, jarak ideal yang berpotensi menopang air cair di permukaan planet.

Namun studi pemodelan terbaru justru menyiram air dingin ke api potensi habitabilitas kedua kandidat planet yang diberi nama Tau Ceti e dan Tau Ceti f.

tau-ceti-e-eksoplanet-informasi-astronomi
Ilustrasi kandidat planet layak huni Tau Ceti e, yang terdeteksi pada bulan Desember 2012, berukuran setidaknya 4,3 kali Bumi.
Kredit: PHL @UPR Arecibo (phl.upr.edu)

“Tau Ceti e berada di zona layak huni hanya jika kita membuat asumsi yang sangat murah hati,” ungkap penulis utama makalah ilmiah Michael Pagano dari Universitas Negeri Arizona. “Tau Ceti f awalnya terlihat lebih menjanjikan, tetapi dari simulasi model evolusi bintang induk, Tau Ceti e baru saja menempati zona layak huni, karena bintang induk Tau Ceti semakin bersinar lebih terang.”

Tau Ceti f mungkin telah menempati zona layak huni selama kurang dari 1 miliar tahun, kata tim peneliti. Jadi, meskipun Tau Ceti f memiliki kondisi ideal untuk menopang kehidupan, para astronom tetap kesulitan untuk menemukan jejak biologis di lapisan atmosfer planet. Karena dibutuhkan waktu setidaknya dua miliar tahun agar “biosignatures” dapat terdeteksi setelah menyusun udara di planet Bumi, setelah organisme pertama berevolusi, kata anggota tim studi.

Sedangkan tiga kandidat planet di sistem Tau Ceti lainnya (b, c dan d) mengorbit bintang induk dari jarak yang lebih dekat daripada e dan f, yang membuat mereka terlalu panas untuk menopang kehidupan.

Ukuran kelima planet yang mengorbit Tau Ceti mungkin lebih besar daripada Bumi. Planet e dan f diperkirakan 4,3 dan 6,6 kali lebih besar, tiga planet lainnya mungkin berada di antara 2-4 kali lebih besar.

Makalah ilmiah yang dipublikasikan di The Astrophysical Journal, menyimpulkan Tau Ceti memiliki lebih banyak kandungan magnesium dibandingkan kandungan silikon di Matahari. Akibatnya, sistem planet Tau Ceti mungkin cenderung berbeda daripada Bumi, tidak hanya terkait dengan ukuran, namun juga komposisinya.

Rasio tinggi antara magnesium dengan silicon, “menghasilkan susunan mineralogi sistem planet Tau Ceti yang berbeda dari Bumi,” jelas sesama ilmuwan Universtitas Negeri Arizona Sang-Heon Shim. “Sistem planet Tau Ceti didominasi oleh mineral olivin di lapisan teratas mantel, sedangkan lapisan terbawah mantel didominasi oleh ferropericlase.”

Karena ferropericlase tidak terlalu merekat, bebatuan di dalam mantel sistem planet Tau Ceti dapat mengalir lebih mudah daripada bebatuan di mantel Bumi, kata para peneliti. Aktivitas ini bisa sangat berdampak terhadap vulkanisme dan lempeng tektonik.

“Tau Ceti telah menjadi tujuan populer bagi para penulis fiksi ilmiah sebagai suatu tempat yang mungkin menampung kehidupan,” pungkas Pagano. “Meskipun peluang kehidupan di sistem planet Tau Ceti dianggap tidak mungkin, seharusnya tidak dilihat sebagai hasil yang mengecewakan. Setidaknya dapat menyegarkan pikiran kita untuk mempertimbangkan seperti apa planet yang mengorbit bintang selain Matahari.”

Tau Ceti bukanlah eksoplanet terdekat dari Bumi. Pada tahun 2012, para astronom mengumumkan penemuan Alpha Centauri Bb, sebuah eksoplanet seukuran Bumi yang terletak hanya 4,3 tahun cahaya yang mengorbit bintang terdekat dari Matahari.

Ditulis oleh: Mike Wall, Penulis Senior www.space.com



#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...