Langsung ke konten utama

Penemuan Ratusan Galaksi Muda di Awal Alam Semesta

penemuan-ratusan-galaksi-muda-di-awal-alam-semesta-informasi-astronomi
Kredit: NASA, ESA, R. Bouwens dan G. Illingworth (Universitas California, Santa Cruz)

Para astronom telah menganalisis dua pemandangan terjauh kosmos dari data Teleskop Antariksa Hubble NASA dan mengungkap “tambang emas” galaksi bagi sains kosmologi, yaitu lebih dari 500 galaksi yang telah eksis kurang dari satu miliar tahun setelah Big Bang. Galaksi-galaksi ini telah cukup berkembang saat usia kosmos kurang dari 7% usianya saat ini (sekitar 13,7 miliar tahun). Sampel Hubble mewakili kompilasi galaksi yang paling komprehensif galaksi dari alam semesta awal, kata para peneliti.

Penemuan ini dianggap sangat berharga untuk memahami asal usul galaksi, mengingat dalam satu dekade sebelumnya sebagian besar wilayah pembentukan galaksi-galaksi awal belum bisa dipetakan. Para astronom belum melihat satu pun galaksi yang telah eksis sebelum alam semesta berusia satu miliar tahun, jadi menemukan 500 galaksi dalam survei Hubble adalah lompatan besar bagi para kosmolog.

Galaksi-galaksi yang diungkap Hubble ukurannya lebih kecil dibandingkan galaksi-galaksi raksasa hari ini. Galaksi-galaksi jauh cenderung kebiru-biruan, mengindikasikan proses produksi bintang secara besar-besaran. Gambar tampak merah karena jarak galaksi yang begitu jauh dari Bumi. Cahaya biru dari bintang-bintang belia mereka membutuhkan waktu hampir 13 miliar tahun untuk mencapai Bumi. Selama menempuh perjalanan mengarungi ruang angkasa, cahaya biru mengalami pergeseran ke cahaya merah karena ekspansi kosmos.

“Menemukan begitu banyak galaksi katai dengan hanya sedikit galaksi terang membuktikan galaksi raksasa modern terbentuk dari penggabungan galaksi-galaksi katai sebagaimana diprediksi oleh teori hierarkis pembentukan galaksi,” jelas penanggung jawab studi astronom Rychard Bouwens dari Universitas California di Santa Cruz.

Bouwens bersama tim memantau galaksi-galaksi ini dalam analisis Hubble Ultra Deep Field (HUDF) 2004 dan Great Observatories Origins Deep Survey (GOODS) 2003. Makalah ilmiah telah dipresentasikan saat pertemuan rutin tahunan General Assembly of the International Astronomical Union dan telah dipublikasikan di Astrophysical Journal.

Penemuan juga mengungkap galaksi-galaksi katai yang mempoduksi bintang dengan sangat cepat, sekitar sepuluh kali lebih cepat daripada galaksi-galaksi modern terdekat. Para astronom telah lama memperdebatkan apakah bintang terpanas di galaksi-galaksi purba, seperti dalam penelitian ini, menyediakan radiasi yang dibutuhkan untuk memanaskan gas hidrogen dingin di ruang antargalaksi alam semesta awal. Gas telah mendingin semenjak Big Bang.

“Melihat seluruh galaksi starburst (galaksi dengan laju produksi bintang yang tinggi) memberikan bukti kuat, bahwa ada cukup galaksi 1 miliar tahun setelah Big Bang untuk memanaskan kembali kosmos,” tambah anggota tim Garth Illingworth, sesama astronom dari Universitas California. “Temuan ini menyorot periode perubahan fundamental di alam semesta dan kita mengamati populasi galaksi yang mengusung perubahan tersebut.”

Dibandingkan usia hidup manusia, fenomena kosmik berlangsung sangat lambat. Evolusi galaksi dan bintang, misalnya, berlangsung selama miliaran tahun. Oleh karena itu, para astronom jarang menyaksikan transisi dramatis relatif singkat yang mengubah kosmos. Salah satu di antaranya adalah “reheating” yang dipicu oleh sinar ultraviolet bintang untuk mentransformasi gas di ruang antargalaksi, dari sup hidrogen dingin dan gelap menjadi plasma panas transparan selama beberapa ratus juta tahun. Dengan bantuan Hubble, para astronom mulai melihat tipe-tipe galaksi yang menyebabkan reheating.

Beberapa tahun yang lalu, para astronom belum memiliki teknologi untuk menemukan galaksi-galaksi jauh dalam jumlah besar. Instalasi Advanced Camera for Surveys (ACS) di Teleskop Antariksa Hubble pada tahun 2002, memungkinkan para astronom untuk menyelidiki beberapa relung terdalam alam semesta kita. Para astronom menggunakan ACS untuk mengamati galaksi-galaksi jauh dalam survei HUDF dan GOODS.

Lompatan besar lain dalam eksplorasi alam semesta awal akan dicapai jika Hubble memperoleh upgrade instrumen Wide Field Planetary Camera 3 (WFC3). Ketajaman visi inframerah WFC3 memungkinkan Hubble untuk mendeteksi galaksi-galaksi jauh yang cahayanya telah bergeser ke panjang gelombang inframerah karena ekspansi kosmos.

Galaksi-galaksi jauh yang ditemukan Hubble memberikan prospek menjanjikan untuk teleskop antariksa masa depan James Webb. “Webb akan mengintip proses yang membentuk galaksi sejak dini demi mengungkap objek kosmik pertama yang terbentuk di alam semesta,” pungkas Illingworth.

Galaksi-Galaksi Jauh Hubble Ultra Deep Field

penemuan-ratusan-galaksi-muda-di-awal-alam-semesta-informasi-astronomi
Kredit: NASA, ESA, R. Bouwens dan G. Illingworth (Universitas California, Santa Cruz)

Gambar yang diabadikan oleh Teleskop Antariksa Hubble NASA ini menampilkan 28 dari sekitar 500 galaksi muda yang telah eksis saat alam semesta berusia kurang dari 1 miliar tahun. Galaksi-galaksi tersebut ditemukan melalui dua survei kosmos paling jauh, Hubble Ultra Deep Field (HUDF) dan Great Observatories Origins Deep Survey (GOODS).

Hanya beberapa tahun yang lalu, para astronom belum bisa menemukan galaksi yang telah eksis sebelum alam semesta berusia 1 miliar tahun sejak Big Bang. Galaksi yang dipantau dalam survei HUDF dan GOODS adalah galaksi-galaksi biru tipe starburst dengan laju produksi bintang yang sangat tinggi.

Gambar yang lebih besar di sebelah kiri adalah Hubble Ultra Deep Field. Angka di samping kotak kecil sesuai dengan tampilan close-up 28 galaksi yang ditemukan di sebelah kanan. Gambar tampak merah karena jarak galaksi yang begitu jauh dari Bumi.

Cahaya biru dari bintang-bintang belia mereka membutuhkan waktu hampir 13 miliar tahun untuk mencapai Bumi. Selama menempuh perjalanan mengarungi ruang angkasa, cahaya biru mengalami pergeseran ke cahaya merah karena ekspansi kosmos.

Evolusi Galaksi

penemuan-ratusan-galaksi-muda-di-awal-alam-semesta-informasi-astronomi
Sampel galaksi melintasi jalinan ruang dan waktu.
Kredit: NASA, ESA, dan A. Feild (STScI)

Rincian dari Setiap Galaksi

penemuan-ratusan-galaksi-muda-di-awal-alam-semesta-informasi-astronomi
Kredit: NASA, ESA, R. Bouwens dan G. Illingworth (Universitas California, Santa Cruz)

Para astronom telah menganalisis dua pemandangan terjauh kosmos dari data Teleskop Antariksa Hubble NASA dan mengungkap “tambang emas” galaksi bagi sains kosmologi, yaitu lebih dari 500 galaksi yang telah eksis kurang dari satu miliar tahun setelah Big Bang. Galaksi-galaksi ini telah cukup berkembang saat usia kosmos kurang dari 7% usianya saat ini (sekitar 13,7 miliar tahun). Sampel Hubble mewakili kompilasi galaksi yang paling komprehensif dari alam semesta awal, kata para peneliti. 

28 galaksi yang menjadi sampel dari sekitar 500 galaksi terlihat merah karena jaraknya yang begitu jauh dari Bumi. Cahaya biru dari bintang-bintang belia mereka membutuhkan waktu hampir 13 miliar tahun untuk tiba di Bumi. Selama menempuh perjalanan mengarungi ruang angkasa, cahaya biru mengalami pergeseran ke cahaya merah karena ekspansi kosmos.

Ditulis oleh: Staf hubblesite.org


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...