![]() |
Sojourner, rover Mars pertama |
Pada
tahun 1997, para ilmuwan NASA mencapai sebuah prestasi gemilang. Untuk pertama
kalinya, mereka berhasil menempatkan kendaraan penjelajah darat robotik, atau rover,
untuk meneliti permukaan Mars. Rover yang diberi nama Sojourner ini memang hanya
seukuran oven microwave, namun Sojourner terus memberikan informasi berharga
tentang Planet Merah kepada para ilmuwan.
![]() |
Sojourner: Aku mau ke Mars! Oven mikrowave: Aku mau... membuat popcorn!? |
Sojourner
tidak sendirian ketika menempuh perjalanan panjang ke Mars. Rover Mars pertama ini
ditemani pesawat antariksa tipe pendarat berbentuk piramida yang tertutup airbag. Desain piramida membantu
memastikan agar pendarat dan rover dapat
melenting ke segala arah tanpa harus memedulikan bagaimana posisi pendaratan,
sedangkan airbag meminimalisir benturan
saat manuver pendaratan.
Setelah mendarat di Mars, pendarat membuka panel dan Sojourner meluncur untuk memulai
penjelajahan.
![]() |
Sojourner ketika menjelajahi permukaan Mars. Kredit: NASA/JPL-Caltech |
Sojourner
menjelajah permukaan Mars di sekitar wilayah lokasi pendaratan yang disebut
Ares Vallis. Para ilmuwan tertarik pada wilayah ini karena dianggap sebagai situs
banjir purba. Aliran air deras dan banjir telah mendorong banyak batu dan tanah
ke satu tempat, berarti rover dapat mempelajari berbagai tipe batu tanpa harus
berpergian jauh. Selain itu, Ares Vallis adalah dataran rendah yang dianggap ideal
sebagai lokasi pendaratan.
![]() |
Lokasi pendaratan keempat rover Mars. Kredit: National Geographic Society, MOLA Science Team, MSS, JPL, NASA |
Saat
menempuh perjalanan pendek, Sojourner menggunakan kameranya untuk mengambil
gambar pemandangan Mars. Sojourner telah mengirim lebih dari 550 foto permukaan
Planet Merah. Rover juga dipersenjatai dengan instrumen canggih untuk
mempelajari komposisi tanah dan bebatuan Mars. Tak mau ketinggalan, pendarat
turut mengumpulkan informasi tentang angin dan faktor cuaca lainnya di Mars.
![]() |
Sebuah foto batuan Mars yang diambil oleh Sojourner. Para ilmuwan memperkirakan tekstur batu dibentuk oleh angin dalam kurun waktu yang lama. Kredit: NASA/JPL-Caltech |
Dari
jauh, Mars dianggap dingin, kering, dan berbatu, tetapi foto dan informasi yang
dikumpulkan Sojourner menceritakan kisah yang bertolak belakang. Kini kita
tahu, jauh di masa lalu Mars adalah sebuah dunia yang lebih hangat dan basah.
Ditulis
oleh: Staf spaceplace.nasa.gov
Sumber:
The Mars Rovers: Sojourner
Komentar
Posting Komentar