![]() |
Daftar astronot wanita NASA saat ini. |
Lebih dari lima puluh tahun setelah
berakhirnya program Apollo, NASA berencana kembali ke Bulan pada tahun
2024 sebagai “uji coba” generasi terbaru pesawat antariksa sebelum misi berawak
ke Mars.
Program baru itu diberi nama Artemis, saudari
kembar Apollo dalam mitologi Yunani. Selain itu, NASA juga telah mengumumkan rencana
untuk mendaratkan wanita pertama ke permukaan Bulan.
Lantas, siapa yang akan terpilih untuk melakukan
lompatan besar dari kaum hawa? Saat ini, kita belum bisa memastikannya, tetapi kandidat
utama ada di antara daftar 12 astronot wanita NASA saat ini.
Rentang usia mereka antara 40-53 tahun
yang terdiri dari mantan pilot militer, dokter dan ilmuwan yang telah
diseleksi dari ribuan pelamar sejak akhir tahun 1990-an.
Memprediksi wanita pertama yang akan
menyejajarkan namanya dengan Neil Armstrong dalam catatan buku sejarah bukanlah
ilmu pasti, tetapi beberapa mantan astronot dan pakar yang diwawancarai oleh
AFP, menganggap keterbatasan tengat waktu berpotensi menutup peluang bagi para rekrutan baru.
“Tidak masalah bagi saya jika ada astronot
pemula yang terbang ke Bulan,” kata mantan astronot Eileen Collins, pemimpin
misi pesawat ulang-alik pada tahun 1990-an dan 2000-an.
“Tetapi seorang astronot yang telah memiliki
jam terbang tinggi tentunya tahu bagaimana harus bereaksi di luar angkasa”.
![]() |
Mantan pilot helikopter Anne McClain akan berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) hingga akhir Juni. |
Pejabat senior NASA Ken Bowerxox sependapat dengan Collins. “Saya pikir akan lebih baik mengutus astronot yang
setidaknya memiliki satu pengalaman penerbangan,” katanya kepada AFP.
Kandidat yang nantinya terpilih lebih mudah
diprediksi mengingat minimnya jumlah astronot wanita.
Ketika pertama kali didirikan pada tahun
1958, NASA hanya merekrut astronot laki-laki dari kalangan militer.
12 orang astronot yang telah melangkahkan kaki di permukaan Bulan antara tahun 1969-1972 seluruhnya adalah laki-laki. Baru pada tahun 1983, Sally Ride menjadi astronot wanita pertama yang diterbangkan ke
luar angkasa.
Ilmuwan dan tentara
Empat orang wanita dari kelas astronot
angkatan ke-21 yang direkrut pada tahun 2013, mewakili keseimbangan perpaduan antara kaum muda dan senior berpengalaman. Kini usia mereka telah mencapai 40
dan 41 tahun, dan akan memperoleh pengalaman antariksa pertama antara tahun
ini sampai dengan 2020.
Mantan pilot helikopter
militer Anne McClain akan berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) hingga akhir
Juni.
Terlatih, percaya diri dan berpengalaman, McClain mewakili citra kesempurnaan dari para rekrutan awal NASA.
Kemudian ada insinyur dan pendaki gunung Christina Koch yang saat ini berada di ISS. Koch akan segera memecahkan
rekor sebagai wanita terlama di luar angkasa pada durasi misi bulan ke-11.
![]() |
Christina Koch yang saat ini berada ISS akan segera memecahkan rekor sebagai wanita terlama di luar angkasa, selama 11 bulan. |
Bulan Maret lalu, kedua astronot wanita
tersebut hampir melakukan first
all-female space walk, tetapi karena terkendala ukuran baju luar angkasa,
McClain harus merelakan tempatnya diambil rekan astronot pria Nick Hague.
“Christina Koch dan Anne McClain berada di daftar
puncak dua kandidat terkuat,” kata Janet Ivey, pembawa acara anak-anak tentang
sains antariksa dan Gubernur National
Space Society.
Tetapi masih ada dua kompetitor kuat bagi kedua
kandidat terkuat. Mantan pilot pesawat tempur F/A 18 Nicole Mann dan ahli biota laut Jessica
Meir, kualitas mereka tidak terlalu jauh
berbeda.
Mereka berdua terus menempa diri untuk segera
bergabung ke ISS.
Ketika diwawancarai pada tahun 2016, keempat
astronot wanita tangguh ini menyatakan diri siap untuk terbang ke Mars jika ada
kesempatan. Jadi sulit membayangkan jika mereka menolak misi ke Bulan.
Proses 'buram' pemilihan
Tidak ada ambang batas maksimal usia untuk
penerbangan antariksa. Bahkan astronot legendaris John Glenn melakukan
penerbangan terakhirnya pada usia ke-77 sebagai senator AS.
Karena itu tidak ada yang berani mengesampingkan astronot senior Sunita Williams yang pengalamannya tidak bisa diragukan.
Williams sedang mempersiapkan misi antariksanya yang ketiga dan akan berusia
58 tahun pada tahun 2024.
Karena NASA selalu “mengapresiasi
keterampilan leadership yang tumbuh
melalui pelatihan pilot,” menurut Kent Romninger, mantan kepala kantor astronot
dari tahun 2002 hingga 2006.
![]() |
Tidak ada yang meragukan pengalaman astronot wanita Sunita Williams yang kini berusia 53 tahun. Saat ini Williams sedang mempersiapkan diri untuk misi luar angkasa ketiganya. |
Setahu Romninger, “Suni” telah menunggangi
sekitar tiga puluh pesawat yang berbeda sepanjang karier militernya.
Dua wanita lain, Serena Aunon-Chancellor dan
Kate Rubins, juga telah ditugaskan dalam misi ke luar angkasa baru-baru ini.
Lima astronot wanita lainnya belum terbang
kembali sejak tahun 2010 tetapi tetap aktif bertugas.
Kelas astronot angkatan tahun 2017 juga
memiliki lima orang wanita tetapi mereka belum menyelesaikan pelatihan awal.
Meskipun masuk radar, kalender misi tidak
memihak mereka. Terutama karena NASA cenderung berpegang pada siklus astronot
setelah misi ditetapkan, kata Michael Lopez-Alegria, mantan astronot yang
menghabiskan 20 tahun karir bersama NASA.
Namun, ketika sampai pada tahap final
pemilihan, mungkin prosesnya “cukup buram (atau kurang transparan),” dia mengakui.
Di Houston, kepala astronot lebih tertarik
untuk membangun satu tim dengan profil yang saling melengkapi, campuran dari
latar belakang militer dan ilmiah, dan kepribadian yang berbeda.
Misi Artemis diawaki oleh empat orang
astronot, dua di antaranya akan melangkahkan kaki di permukaan Bulan. Apa
salahnya jika dua dari empat astronot adalah wanita?
Pelajari lebih lanjut di artikel: Artemis, Misi Ambisius NASA untuk Mengirim Wanita Pertama ke Bulan
Ditulis oleh: Ivan Couronne, phys.org
Komentar
Posting Komentar