![]() |
Kredit: NASA, ESA, D. Apai dan G. Schneider (Universitas Arizona) |
Para
astronom telah menggunakan teleskop antariksa Hubble NASA untuk mengambil
gambar paling detail dari sebuah cakram protoplanet gas dan debu raksasa yang
mengelilingi bintang Beta Pictoris berusia 20 juta tahun.
Dengan
orientasi sudut pandang edge-on
(terlihat dari samping), Beta Pictoris menjadi satu-satunya cakram puing-puing
sisa pembentukan bintang yang dicitrakan secara langsung memiliki planet
raksasa (ditemukan pada 2009). Karena periode orbit relatif pendek
(diperkirakan antara 18 dan 22 tahun), para astronom mampu mengamati pergerakan
masif planet raksasa hanya dalam waktu beberapa tahun. Observasi ini
memperbolehkan para ilmuwan untuk mempelajari bagaimana cakram Beta Pictoris
terdistorsi oleh eksistensi sebuah planet besar yang tertanam di dalam cakram.
Gambar
terbaru Hubble dalam panjang gelombang cahaya kasat mata, melacak cakram
protoplanet hingga ke dekat bintang induk, pada jarak sekitar sekitar 650 juta
mil (kisaran radius orbit Saturnus-Matahari).
“Beberapa
simulasi komputer memprediksi struktur yang lebih kompleks untuk cakram bagian
dalam, mengingat tarikan gaya gravitasi planet raksasa. Gambar-gambar terbaru
mengungkap cakram bagian dalam dan mengkonfirmasi struktur yang diprediksi
simulasi komputer. Temuan ini memvalidasi model yang akan membantu kita untuk
menyimpulkan kehadiran eksoplanet lain di dalam cakram,” kata Daniel Apai dari
Universitas Arizona. Planet raksasa gas dalam sistem Beta Pictoris dicitrakan secara
langsung enam tahun yang lalu dalam panjang gelombang cahaya inframerah oleh Very Large Telescope milik European Southern Observatory (ESO).
Ketika
gambar terbaru Hubble dibandingan dengan gambar lama Hubble yang diambil pada
tahun 1997, para astronom mendapati distribusi debu pada cakram yang hampir tak
berubah selama 15 tahun, meskipun seluruh struktur mengorbit bintang seperti
komidi putar. Hal ini berarti struktur cakram sama sekali tak mengalami kendala
saat harus berotasi dalam periode waktu yang sama dengan planet raksasa di
dalamnya.
Pada
tahun 1984, Beta Pictoris menjadi bintang pertama yang ditemukan menjadi induk cakram
protoplanet puing-puing debu tipe light-scattering
(menghamburkan cahaya bintang). Sejak saat itu, Beta Pictoris telah
menjadi target penelitian intensif Hubble dan teleskop-teleskop berbasis darat
lainnya. Observasi spektroskopi Hubble pada tahun 1991 juga menemukan bukti eskistensi
komet di luar tata surya yang diketahui sering jatuh ke bintang.
Cakram
relatif mudah diamati mengingat orientasinya sudut pandangnya edge-on, dan bagian tepi sangat cerah
karena sejumlah besar debu menghamburkan cahaya bintang. Terlebih lagi, jarak Beta
Pictoris dari Bumi hanya 63 tahun cahaya, lebih dekat dibandingkan sistem
cakram protoplanet lainnya.
Meskipun
dari sekitar dua lusin total cakram protoplanet light-scattering yang ditemukan hampir seluruhnya telah diamati oleh
Hubble, Beta Pictoris tetap menjadi sampel pertama dan terbaik dari sebuah tata
surya (sistem planet) muda, kata para peneliti.
Satu
hal pasti tentang cakram protoplanet yang para astronom pelajari baru-baru ini,
adalah struktur dan jumlah debu yang sangat beragam dan kemungkinan terkait
dengan lokasi dan massa planet dalam sistem tersebut. “Cakram protoplanet Beta
Pictoris adalah prototipe untuk sistem puing-puing sisa pembentukan bintang, meskipun
bukanlah tipe yang dianggap ideal,” kata Glenn Schneider, rekan penulis makalah
studi dari Universitas Arizona.
Cakram
Beta Pictoris sangat berdebu, kemungkinan karena disebabkan tabrakan masif
antara benda-benda seukuran planet dengan asteroid yang tertanam di dalam
cakram. Khususnya, struktur terang debu dan gas mirip lobus di sisi barat daya cakram,
kemungkinan dihasilkan oleh tabrakan dengan benda seukuran planet Mars.
Kedua
gambar di atas diambil pada tahun 1997 dan 2012 menggunakan instrumen Space Telescope Imaging Spectrograph Hubble,
yang dipersenjatai coronograph untuk memblokir
silau cahaya bintang induk sehingga cakram bisa teramati.
Ditulis oleh: Staf hubblesite.org
Komentar
Posting Komentar