Langsung ke konten utama

Perubahan Permukaan Pluto Diungkap oleh Hubble

perubahan-permukaan-pluto-diungkap-oleh-hubble-informasi-astronomi
Kredit: NASA, ESA, dan M. Buie (Southwest Research Institute)

NASA telah merilis serangkaian gambar paling detail yang pernah diambil dari planet katai Pluto. Diabadikan oleh Teleskop Antariksa Hubble NASA, gambar-gambar terbaru ini menunjukkan perubahan musiman yang terjadi di Pluto dalam hal warna dan kecerahan. Secara signifikan Pluto menjadi semakin memerah, sementara belahan utara planet menjadi semakin terang.

Perubahan musiman kemungkinan besar terjadi karena proses sublimasi permukaan es. Kutub planet secara bergantian diterangi sinar Matahari, seiring fase musiman yang terjadi 248 tahun sekali. Perubahan dramatis dalam hal warna tampaknya terjadi dalam periode 2 tahun, yang bisa dipantau melalui perubahan bercak gelap mirip sirup gula di permukaan Pluto.

Rangkaian gambar yang diolah dari data Hubble akan tetap menjadi observasi paling tajam terhadap Pluto yang kita miliki, hingga pesawat antariksa New Horizons besutan NASA tiba di sana enam bulan yang akan datang. Meskipun publik menganggapnya sebagai anggota tata surya paling populer, Pluto berada sangat jauh dan menyulitkan pengambilan gambar dalam resolusi tinggi.

Hubble mampu mengatasi perubahan di permukaan Pluto hingga radius beberapa ratus mil, yang sayangnya dianggap kurang terperinci untuk memahami geologi permukaan Pluto. Namun dalam hal warna permukaan dan kecerahan, Hubble mengungkap Pluto sebagai sebuah dunia kompleks dengan variasi permukaan, mulai dari berwarna putih, oranye gelap dan hitam gelap. Keseluruhan warna ini diyakini dipengaruhi radiasi ultraviolet dari Matahari yang memecah metana di permukaan Pluto dan meninggalkan residu kaya karbon berwarna merah dan gelap.

Ketika gambar Pluto yang diambil oleh Hubble pada tahun 1994 dibandingkan dengan serangkaian gambar terbaru yang diambil pada tahun 2002 hingga 2003, para astronom mengamati wilayah kutub utara yang menjadi lebih cerah, sementara belahan selatan Pluto menjadi lebih gelap. Perubahan ini mengindikasikan proses sangat kompleks yang mempengaruhi permukaan dan data terbaru akan digunakan dalam penelitian tindak lanjut.

perubahan-permukaan-pluto-diungkap-oleh-hubble-informasi-astronomi
Foto lengkap permukaan Pluto oleh Hubble.
Kredit: NASA, ESA dan M. Buie (Southwest Research Institute).

Rangkaian gambar juga memungkinkan para astronom untuk bisa lebih baik menafsirkan Pluto selama lebih dari tiga dekade pengamatan menggunakan teleskop-teleskop lain, kata Marc Buie, penanggung jawab tim dari Southwest Research Institute di Boulder Colorado. “Observasi Hubble adalah kunci yang mengikat berbagai kendala menjadi satu dan menunjukkan bagaimana semuanya masuk akal melalui konteks perubahan cuaca dan musim, yang membuka jalur penelitian baru lainnya.”

Selain itu, hasil studi juga menggarisbawahi bahwa Pluto bukan sekadar sebuah bola es berbatu, melainkan sebuah dunia dinamis yang mengalami perubahan atmosferik secara dramatis. Perubahan disebabkan pergantian musim yang dipengaruhi kemiringan sumbu rotasi orbit elips setiap 248 tahun sekali, tidak seperti Bumi yang kemiringan sumbu rotasinya hanya menyebabkan pergantian musim. Musim di Pluto sangat asimetris karena orbit elips. Transisi musim semi ke musim panas terjadi dengan cepat karena Pluto bergerak lebih cepat saat berada di lintasan orbit terdekat dari Matahari.

Observasi berbasis darat yang dilakukan pada tahun 1988 dan 2002, menunjukkan dua kali peningkatan massa atmosfer selama waktu itu. Peningkatan ini kemungkinan disebabkan oleh pemanasan dan sublimasi es nitrogen. Sedangkan gambar terbaru Hubble dari tahun 2002 hingga 2003 memberikan para astronom petunjuk penting tentang atmosfer dan musim di Pluto.

Dikumpulkan oleh Advanced Camera for Surveys, data terbaru Hubble dijadikan basis untuk rencana terbang lintas New Horizons pada tahun 2015. New Horizons akan melewati Pluto dalam kecepatan tinggi, sehingga hanya satu belahan planet yang bisa difoto dalam detail resolusi tinggi. Khususnya, bintik-bintang terang yang secara independen diduga kaya karbon monoksida yang akan menjadi target utama New Horizons. “Semua ilmuwan bingung dengan fitur ini,” kata Buie. New Horizons diharapkan mampu mengamati batas wilayah antara fitur cerah dengan wilayah terdekat yang tertutup material hitam pekat.

“Gambar Hubble juga akan membantu para ilmuwan di balik misi New Horizons dalam perhitungan pencahayaan untuk setiap foto Pluto, faktor utama dalam pengambilan gambar sedetail mungkin,” tambah Buie. Tanpa ada kesempatan eksposur ulang, model akurat permukaan Pluto bisa mencegah pengambilan gambar yang kurang sempurna.

Rangkaian gambar Hubble memiliki lebar beberapa piksel. Tetapi melalui teknik dithering, beberapa gambar dapat diseimbangkan dan digabung melalui pemrosesan gambar komputer untuk mensintesis tampilan resolusi tertinggi yang bisa diamati dalam satu eksposur tunggal. “Teknik dithering membutuhkan waktu empat tahun dan 20 komputer yang beroperasi secara simultan dan terus menerus,” tukas Buie, yang juga mengembangkan algoritma khusus untuk mempertajam data Hubble.

Selanjutnya, Buie berencana menggunakan Wide Field Camera 3, instrumen terbaru Hubble untuk kembali mengamati Pluto sebelum kedatangan New Horizons.

Ditulis oleh: Staf hubblesite.org


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...