![]() |
Kredit: Christopher Burrows, ESA/STScI dan NASA |
Gambar
terbaik dari sepasang lingkaran cincin gas bercahaya di lokasi ledakan
supernova 1987A, telah diabadikan oleh Teleskop Antariksa Hubble NASA.
Kedua
cincin seolah “dicat” oleh partikel atau sinar radiasi energi tinggi, layaknya
lingkaran pertunjukan berkas cahaya laser. Sumber radiasi berasal dari
sisa-sisa bintang pengiring dalam sistem biner yang bintang utamanya meledak
pada tahun 1987. Gambar Hubble di atas sebenarnya menampilkan sebuah objek
redup yang bertanggung jawab penuh atas pertunjukan cahaya kosmik yang memukau
ini.
“Gambar
pertunjukan cincin cahaya oleh Hubble cukup spektakuler dan tak terduga,” kata
Dr. Chris Burrows dari Badan Antariksa Eropa (ESA) dan Space Telescope Science Institute di Baltimore, Maryland. Burrows
menggunakan instrumen Wide Field
Planetary Camera 2 Hubble untuk membidik cincin kosmik pada bulan Februari
1994.
Komposit
gambar Hubble memperlihatkan tiga struktur cincin. Cincin “tengah” yang paling
kecil, sebenarnya telah diamati sebelumnya. Sementara sepasang cincin terluar
yang lebih besar, juga telah terlihat pada gambar yang diambil teleskop
berbasis darat, namun, interprestasi para astronom hanya bisa terwujud melalui
keampuhan resolusi tajam Hubble.
Meskipun
seluruh cincin cenderung miring dari sudut pandang kita (sehingga tampak
tumpang-tindah), mereka diperkirakan menempati bidangnya masing-masing. Cincin terang
paling kecil mengandung supernova, sedangkan kedua cincin besar lainnya
mengapit dari depan dan belakang.
Agar
berkas cahaya bisa menerangi sepasang cincin terluar, sisa-sisa supernova harus
berupa objek kosmik super padat, seperti lubang hitam atau bintang neutron,
dengan bintang pengiring berada di dekatnya. Material bintang pengiring yang
jatuh ke objek kosmik super padat, dipanaskan dan diledakkan kembali ke ruang
angkasa dalam berkas sempit cahaya bersama sinar radiasi. Saat berputar, objek
kosmik super padat kemungkinan mengalami goncangan pada poros rotasi. Berkas cahaya
kembar kemudian menghasilkan lingkaran-lingkaran besar seperti semburan air
dari alat penyiram rumput yang berputar otomatis.
Namun,
jika struktur cincin disebabkan oleh pancaran jet, maka berkas cahaya akan
sangat sempit (hanya selebar satu derajat). Oleh karena keanehannya, Burrows
menyimpulkan: “Inilah benda langit teraneh yang baru pertama kali terlihat.
Kami belum pernah melihat benda langit yang berperilaku seperti ini
sebelumnya.”
Simulasi
pancaran jet menjelaskan mengapa struktur cincin terlihat mirip bayangan cermin
dan simetris karena mengimbangi titik pusat ledakan. Burrows menggagas
penjelasan untuk berkas cahaya sempit, ketika cincin tampak lebih terang, maka wilayah
oposit cincin juga tampak lebih terang. Dengan menghubungkan garis imajiner di
antara gumpalan yang serupa pada kedua cincin, Burrows menemukan pusat
yang sama. Namun, pusat itu mengimbangi jantung pelepasan material oleh
supernova. Saat menganalisis gambar Hubble, Burrows menemukan objek redup yang diperkirakan
menjadi sumber berkas cahaya, sekitar 1/3 tahun cahaya dari pusat ledakan
supernova.
Dari
observasi Hubble sebelumnya, ditambah koleksi gambar resolusi rendah yang
diambil oleh observatorium berbasis darat, para astronom berharap bisa melihat
gelembung berbentuk jam pasir yang dihembuskan ke ruang angkasa oleh bintang induk
supernova. “Struktur cincin diperkirakan terletak di permukaan gelembung jam
pasir,” pungkas Burrows. Gelembung jam pasir dibentuk oleh angin gas yang bergerak
lambat dari bintang saat memasuki tahap evolusi supergiant merah. Sedangkan angin gas yang bergerak lebih cepat
dihembuskan oleh bintang saat memasuki tahap evolusi berikutnya, supergiant biru.
Radiasi
energik dari ledakan supernova menerangi material gas padat pada “pinggang” khatulistiwa jam
pasir, sehingga menyala dan menjelaskan keberadaan cincin pusat. Namun,
sepasang cincin terluar kemungkinan hanya “dicat” pada permukaan jam pasir
dengan proses yang sangat berbeda oleh berkas cahaya sisa-sisa bintang.
Observasi
tindak lanjut menggunakan Hubble akan mempelajari perubahan yang mungkin
terjadi. Khususnya jika bintang pengiring ledakan supernova benar-benar ada,
maka seharusnya akan bertabrakan dengan awan yang dihempaskan supernova pada
pertengahan tahun 1990-an.
Ledakan
supernova 1987A terletak 169.000 tahun cahaya dari Bumi di galaksi
Awan Maggelan Besar.
Ditulis oleh: Staf hubblesite.org
Komentar
Posting Komentar