Langsung ke konten utama

Bagaimana Cara Solar Orbiter Mengatasi Panas Matahari?

bagaimana-cara-solar-orbiter-mengatasi-panas-matahari-informasi-astronomi
Ilustrasi Solar Orbiter NASA/ESA.
Kredit: NASA

Ketika pesawat antariksa Solar Orbiter diluncurkan ke Matahari, hanya ada satu teknik kunci yang harus diterapkan demi keberhasilan misi kolaborasi NASA dan ESA, yaitu perisai panas.

Untuk memperoleh gambaran tentang kutub utara dan selatan Matahari, Solar Orbiter akan diarahkan keluar dari bidang ekliptika tata surya. Bidang ekliptika kira-kira sejajar dengan khatulistiwa Matahari yang dilalui oleh orbit seluruh planet tata surya. Dari sana, Solar Orbiter akan mengabadikan gambar pertama kutub utara dan selatan Matahari. Solar Orbiter akan berulang kali melewati Venus untuk mendekati Matahari dan mencapai lokasi yang lebih tinggi di atas ekliptika. Kemudian Solar Orbiter akan melompati Matahari dan kembali ke orbit Bumi untuk menyelesaikan misi.

“Meskipun berada sangat dekat dari Matahari, jarak Solar Orbiter sebenarnya masih relatif cukup jauh,” ungkap Anne Pacros, manajer payload dari European Space Research and Technology Center ESA di Belanda. “Kami harus bertahan dari suhu panas dan dingin yang ekstrem sekaligus.” Dalam menjelajahi kegelapan ruang angkasa, Solar Orbiter harus menghadapi suhu minus 300 derajat Fahrenheit, sedangkan dari titik terdekat yaitu 26 juta mil dari Matahari, Solar Orbiter akan diterpa radiasi dan panas intens.

Tetapi perisai panas seberat 324 pound akan memantulkan dan menjauhkan panas sehingga pesawat antariksa dapat bertahan menghadapi suhu yang mencapai 970 derajat Fahrenheit.

Trailer misi Solar Orbiter ESA-NASA.
Kredit: Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA/Genna Duberstein, ESA/ATG Medialab.

Perisai panas didesain menyerupai roti lapis berukuran 10x8 kaki. Lembaran tipis titanium foil mengisi lapisan terdepan perisai yang memantulkan panas. Sementara aluminium dengan pola sarang lebah dilapisi dengan banyak isolasi foil yang membentuk irisan terdalam untuk memperkuat perisai.

Sangkar titanium berbentuk bintang akan menjaga lapisan-lapisan perisai  panas agar tidak bergeser, seperti tusuk gigi yang ditancapkan untuk menyatukan roti lapis. Celah selebar hampir 10 inci akan menyalurkan panas ke ruang angkasa. Celah kedua yang lebih kecil terletak di antara irisan terdalam dan pesawat antariksa. Secara keseluruhan, ketebalan perisai mencapai 15 inci dengan beberapa lubang agar lima instrumen penginderaan jarak jauh dapat mengintip melaluinya.

Perisai panas juga dilapisi kalsium fosfat hitam tipis atau bubuk arang hitam seperti pigmen yang digunakan dalam lukisan gua ribuan tahun yang lalu.

“Agak lucu teknologi maju semacam itu disertai bahan yang sebenarnya sangat tua,” tambah Pacros. Kalsium fosfat hitam mencegah degradasi di tengah terjangan radiasi ganas ultraviolet Matahari. Meskipun menyerap panas, bubuk hitam prasejarah ideal untuk melepaskan kembali panas ke ruang angkasa.

Selain itu, Solar Orbiter juga harus menghadapi panas yang berasal dari dirinya sendiri. Saat beroperasi, instrumen-instrumen sains juga akan memanas, seperti mesin mobil ketika dinyalakan. Untuk mengatasinya, panel radiator di sisi pesawat antariksa akan mengatasi suhu panas dan memastikan agar instrumen tidak terlalu panas.

Kontrol yang ketat terhadap posisi dan kemiringan pesawat antariksa adalah faktor utama untuk melindungi instrumen. Setelah terbang melewati 88 juta mil (melampaui 95% jarak Bumi-Matahari), perisai panas harus mengarah langsung ke Matahari agar Solar Orbiter tetap bergerak di balik bayangan perisai panas.

bagaimana-cara-solar-orbiter-mengatasi-panas-matahari-informasi-astronomi
Gambar ini memperlihatkan lapisan terdepan foil titanium tipis dan sangkar berbentuk bintang. Lapisan depan memantulkan panas, sementara sangkar memberikan dukungan.
Kredit: NASA/Ben Smegelsky

Penulis dan editor: Lina Tran, Pusat Antariksa Goddard NASA, www.nasa.gov



#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...