Langsung ke konten utama

NGC 1132, Galaksi Elips Tunggal Raksasa Penyendiri

ngc-1132-galaksi-elips-tunggal-raksasa-penyendiri
Kredit: NASA, ESA dan the Hubble Heritage (STScI/AURA)-ESA/Hubble Collaboration; M. West (ESO, Chile)
 
Galaksi elips NGC 1132 sepertinya mengungkap hasil akhir dari proses penggabungan sekelompok galaksi di masa lalu. Penjelasan alternatif lain untuk NGC 1132 adalah mungkin ia terbentuk sendirian dalam isolasi sebagai “serigala kosmik penyendiri”.
 
NGC 1132 juga kerap dianggap “grup fosil” karena menampung konsentrasi materi gelap yang begitu besar, sebanding dengan materi gelap yang ditemukan di sebuah kelompok galaksi. NGC 1132 menghasilkan emisi sinar-X kuat dari sejumlah besar molekul gas panas yang biasanya hanya ditemukan di grup galaksi.
 
Namun dalam cahaya kasat mata, NGC 1132 cenderung terlihat sebagai galaksi elips tunggal raksasa yang terisolasi. Asal mula sistem “grup fosil” ini tetap misterius. Barangkali NGC 1132 merupakan produk akhir dari penggabungan seluruh anggota grup galaksi yang dulunya normal. Atau NGC 1132 adalah objek kosmik sangat langka yang terbentuk di wilayah atau periode waktu saat galaksi yang berukuran menengah berhenti berkembang dan hanya satu galaksi raksasa yang bisa terbentuk.
 
Mengandung ratusan juta hingga triliunan bintang, galaksi elips tidak memiliki banyak fitur dengan bentuk yang hampir bulat hingga sangat memanjang. Warna kekuningan galaksi elips berasal dari bintang-bintang yang telah menua. Karena tidak memiliki banyak molekul gas dingin, galaksi elips tidak lagi dapat memproduksi bintang-bintang baru.
 
Terletak sekitar 318 juta tahun cahaya dari Bumi di rasi Eridanus (Sungai), citra komposit NGC 1132 diambil oleh Advanced Camera for Surveys Hubble berdasarkan observasi pada tahun 2005 dan 2006 menggunakan filter hijau dan inframerah-dekat. Dalam gambar ini, NGC 1132 terlihat berada di antara sejumlah galaksi katai dengan warna serupa. Sedangkan berbagai galaksi jauh yang berukuran lebih besar, seolah menyusun permadani kosmik menakjubkan sebagai latar belakang gambar.
 
Ditulis oleh: Staf hubblesite.org
 
Sumber: Elliptical Galaxy NGC 1132-Hubble
 
#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...