Langsung ke konten utama

Materi Gelap

Mungkin terdengar mengejutkan, tapi sebenarnya para ilmuwan tidak terlalu memahami sebagian besar materi yang menyusun alam semesta. Serius, kami tidak bercanda. Kamu mungkin berpikir, “Tapi, tentu saja kita tahu, penyusun alam semesta adalah galaksi, bintang, planet, lubang hitam, komet, asteroid dan semua objek-objek keren di luar angkasa!”

Ya, memang terlihat ada banyak sekali benda langit yang luar biasa, tapi jika kita menambahkan semua objek tersebut, hasil yang diperoleh hanyalah sebagian kecil komposisi alam semesta. Ada penyusun terbesar di alam semesta dan kita tidak sepenuhnya memahami apa itu!

materi-gelap-dan-energi-gelap-astronomi
Yah, terdengar agak aneh.

Ketika mempelajari alam semesta, para ilmuwan melihat bahwa alam semesta terus mengembang dan semakin meluas. Karena itu, jika alam semesta hanya terdiri dari galaksi, bintang, planet, dan benda-benda langit lain yang telah kita ketahui, seharusnya alam semesta tidak mungkin mengembang. Berarti ada sesuatu di luar sana yang belum kita ketahui. Pasti ada energi yang mendorong ekspansi alam semesta. Kita hanya tidak mampu memahami energi ini. Kita juga tidak tahu dari mana asalnya. Tapi kita bisa tahu bahwa energi tersebut memang benar-benar ada di luar sana. Jadi para ilmuwan menyebutnya energi gelap.

materi-gelap-dan-energi-gelap-01-astronomi
Energi gelap, diselimuti misteri.

Kita memang tidak tahu banyak tentang energi gelap, tapi kita tahu jumlah energi gelap ini sangat banyak. Energi gelap membentuk 68% komposisi alam semesta, sekitar dua pertiga penyusun alam semesta.

materi-gelap-dan-energi-gelap-02-astronomi
Energi gelap, terbuat dari .... yah, kami tidak tahu.
Perluas Alam Semestamu!

Ada juga hal lain di luar sana yang memiliki gaya gravitasi dan hingga saat ini belum terlalu dipahami. Kita bisa melihatnya menarik materi seperti bintang dan galaksi. Tapi, materi ini bukanlah materi normal yang biasa kita lihat. Dan juga bukan lubang hitam. Juga bukan segala sesuatu yang pernah kita dengar. Tapi, pasti ada di luar sana. Jadi para ilmuwan menyebutnya materi gelap.

materi-gelap-dan-energi-gelap-03-astronomi
Materi Gelap

Sama seperti energi gelap, kita tidak tahu banyak tentang materi gelap. Tampaknya 27% komposisi alam semesta, atau sekitar seperempat alam semesta, tersusun dari materi misterius ini.

materi-gelap-dan-energi-gelap-04-astronomi
Baru, Relativitas Umum.
Materi Gelap, telah ditingkatkan, mengandung misteri.
Bahan: Tidak ada yang tahu, jika kamu memiliki gambaran, segera beritahu kami.
Berikutnya apa???

Baik keduanya, energi gelap maupun materi gelap membentuk 95% komposisi alam semesta. Persentase ini hampir keseluruhan alam semesta! Dan hanya meninggalkan 5%, persentase kecil untuk semua materi dan energi yang telah kita kenal dan kita pahami. Energi seperti cahaya, panas, dan sinar-X, bersama dengan materi normal seperti manusia, gajah, planet Bumi, Matahari, dan semua galaksi, hanya membentuk 5% komposisi alam semesta! Jumlah ini tidak terlalu banyak.

materi-gelap-dan-energi-gelap-05-astronomi
Alam semesta, 68 % energi gelap, 27 % materi gelap.
5 % materi yang telah kita pahami. Seluruh planet, komet, bintang, galaksi, lubang hitam, dll.

Materi gelap dan energi gelap membangkitkan beberapa pertanyaan terbesar dalam studi antariksa dan fisika. Banyak ilmuwan yang menggunakan pengamatan dan pendekatan matematis untuk mengetahui energi gelap dan materi gelap. Upaya ini akan membantu kita untuk lebih banyak memahami alam semesta kita yang menakjubkan. Selalu ada hal baru untuk ditemukan dan dipelajari.

materi-gelap-dan-energi-gelap-06-astronomi
Wow, dalam sekali.

Ditulis oleh: Staf spaceplace.nasa.gov

Sumber: Dark Matter

#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...