Langsung ke konten utama

Jupiter, Fakta Ringan tentang Raja Planet Tata Surya

Aku planet terbesar

Sebagai planet terbesar di tata surya, komposisi Jupiter mirip sebuah bintang, hanya saja kurang masif untuk memulai proses fusi nuklir. Tertutup oleh garis-garis awan yang terus berputar, Jupiter dihiasi oleh Bintik Merah Raksasa ikonik, badai besar yang telah berlangsung selama ratusan tahun.

Jupiter adalah raksasa gas dan tidak memiliki permukaan padat, tetapi inti terdalam planet diduga adalah objek padat seukuran Bumi. Jupiter juga memiliki cincin, meskipun terlalu tipis untuk dapat dilihat dengan jelas.

Fakta Singkat Jupiter
  • Jupiter adalah planet terbesar tata surya
  • Planet raksasa gas yang didominasi oleh hidrogen dan helium
  • Lapisan atmosfer sangat tebal
  • Satu hari hanya 10 jam, sangat cepat
  • Satu tahun berlalu selama 11,8 tahun Bumi
  • Jupiter juga memiliki cincin, meskipun terlalu tipis
  • Jupiter telah dikenal sejak peradaban kuno karena dapat dilihat tanpa harus menggunakan teleskop canggih
  • Jupiter setidaknya memiliki 79 bulan
  • Delapan pesawat antariksa berbeda telah mengunjungi atau melewati Jupiter, seperti Pioneer 10 dan 11, Voyager 1 dan 2, Cassini, New Horizons dan Juno
Seperti apa Jupiter terlihat?

Inilah Jupiter yang ditampilkan bersama salah satu bulannya, Ganymede.

Gambar ini sebenarnya komposit empat gambar berbeda yang diambil oleh pesawat antariksa Cassini. Bintik gelap di sebelah kiri adalah bayangan dari salah satu bulan Jupiter, Europa.

Gambar yang ditangkap oleh Voyager 2 ini memperlihatkan Bintik Merah Raksasa.

Untuk informasi lebih detail kunjungi: “Jupiter, Raja Planet

Ditulis oleh: Staf spaceplace.nasa.gov


#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...