Langsung ke konten utama

Menghilangnya Danau Menawarkan Petunjuk Siklus Musim di Titan

Dragonfly akan mencicipi material yang ditinggalkan cairan yang menguap dan meresap.

menghilangnya-danau-menawarkan-petunjuk-siklus-musim-di-titan-informasi-astronomi-informasi-astronomi
Animasi data dari instrumen radar (NLDSAR) dan Visual and Infrared Mapping Spectrometer (VIMS) pesawat antariksa Cassini. Tiga fitur (berlabel A, B, C) yang muncul sebagai danau di radar, tujuh tahun kemudian hanya menyisakan dasar tanah dalam pengamatan VIMS. Cairan dari danau mungkin telah menguap dan meresap ke permukaan. Para ilmuwan menduga perubahan musiman, dari musim dingin ke musim panas bertanggung jawab atas menghilangnya danau.
Kredit: NASA/Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins/Universitas Arizona/Universitas Idaho/JPL-Caltech/ASI/IPGP/CNRS

Menghilangnya danau kecil metana musiman di Titan memberikan para ilmuwan wawasan tentang siklus hidrologi kompleks dari bulan terbesar Saturnus.

Titan adalah satu-satunya bulan di tata surya dengan lapisan atmosfer padat yang menopang siklus cair mirip di Bumi berupa awan etana dan metana yang menciptakan hujan serta cairan yang mengalir ke danau dan laut. Analisis data dari misi Cassini NASA oleh satu tim ilmuwan yang dipimpin oleh Shannon MacKenzie dari Laboratorium Fisika Terapan Universitas Johns Hopkins di Laurel Maryland, mengamati tiga sampel dari danau dangkal yang menghilang antara musim dingin dan musim panas (dalam rentang sekitar waktu tujuh tahun) di wilayah utara Titan.

“Inilah pertama kalinya kami melihat sebuah danau di permukaan Titan yang sepenuhnya menghilang,” ungkap MacKenzie, penulis utama makalah ilmiah yang dipublikasikan di Nature Astronomy. “Fenomena ini menyediakan informasi terkait prediksi tingkat penguapan yang sangat lambat, berarti dasar danau seharusnya cukup renggang sehingga cairan danau bisa meresap dan menghilang.”

Memahami rentang waktu untuk siklus danau di Titan dianggap penting untuk memodelkan cuaca lokal, iklim dan pemrosesan sedimen. Titan adalah satu-satunya objek di tata surya selain Bumi dengan cairan stabil di permukaan. “Observasi ini memberikan kita wawasan baru terkait perilaku cairan di permukaan Titan dan berapa lama proses berlangsung,” jelas MacKenzie.

MacKenzie menambahkan durasi menghilangnya danau kurang lebih sama di seluruh wilayah lokal, meskipun akan lebih sulit untuk mengamati danau yang lebih ke utara. Sementara makalah ilmiah lain yang juga dipublikasikan di Nature Astronomy dan ditulis oleh Marco Mastrogiuseppe dari California Technology (Caltech) di Pasadena California, mengungkap sebagian besar danau cair kecil di belahan utara Titan secara mengejutkan lebih dalam, bertengger di atas bukit dan sebagian besar mengandung metana. Studi Mastrogiuseppe untuk pertama kali mengkonfirmasi komposisi dan kedalaman beberapa danau Titan yang lebih dari 100 meter.

Limpahan material organik kompleks yang dapat diakses di permukaan dan berada tepat di bawah permukaan, menjadikan Titan sebagai lokasi ideal misi untuk mempelajari kondisi yang dibutuhkan bagi habitabilitas lingkungan di luar Bumi dan jenis interaksi kimiawi yang terjadi sebelum kehidupan berkembang di Bumi. Tujuan misi Dragonfly yang diusulkan, yakni konsep wahana rotorcraft-lander yang pemenang kompetisi program New Frontiers NASA, adalah untuk mengambil sampel di daerah yang melimpah dengan material sisa resapan atau uapan dari cairan di permukaan.

menghilangnya-danau-menawarkan-petunjuk-siklus-musim-di-titan-informasi-astronomi
Mosaik warna inframerah dari data Visual and Infrared Mapping Spectrometer (VIMS) Cassini menampilkan kutub utara Titan pada tanggal 1 Desember 2013. Danau dan laut tampak gelap dalam skema warna ini dan cenderung berbeda dari fitur daratan dengan endapan mineral sisa proses penguapan, sedangkan daerah berwarna oranye kaya dengan endapan organik yang ditinggalkan cairan.
Kredit: NASA/Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins/Universitas Arizona/Universitas Idaho

Cassini tiba di sistem planet Saturnus pada tahun 2004 dan mengakhiri misinya pada tahun 2017 dengan cara menerjunkan diri ke atmosfer Saturnus. Cassini telah memetakan lebih dari 1,6 juta kilometer persegi danau dan lautan cair di permukaan Titan. Cassini beroperasi menggunakan instrumen radar yang mengirim gelombang radio dan mengumpulkan gema (sinyal) yang kembali untuk memperoleh informasi tentang medan, komposisi dan kedalaman objek cair. Selain menggunakan gelombang radio, Cassini juga beroperasi dengan dua sistem pencitraan yang dapat menembus lapisan tebal atmosfer Titan.

Ditulis oleh: Staf dragonfly.jhuapl.edu


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...