Langsung ke konten utama

Messier 66, Galaksi Kelas Berat Leo Triplet

messier-66-galaksi-kelas-berat-leo-triplet-informasi-astronomi
Kredit: NASA, ESA dan Hubble Heritage (STScI/AURA)-ESA/Hubble Collaboration; Davide De Martin dan Robert Gendler

Pada tahun 1780, Charles Messier menemukan galaksi spiral Messier 66 (NGC 3627) bersama dengan galaksi tetangga di dekatnya, Messier 65. Kedua galaksi ini adalah penyusun Leo Triplet, sementara anggota ketiga, NGC 3628, ditemukan oleh William Herschel pada 1784 dan bukan objek Messier. Terletak 35 juta tahun cahaya dari Bumi di rasi Leo dengan magnitudo semu 8,9, Messier 65 dapat diamati menggunakan teleskop kecil dan paling ideal diamati selama bulan April.

Menampilkan sebagian besar struktur Messier 66, foto yang ditangkap oleh Hubble ini adalah komposit dari spektrum cahaya kasat mata dan inframerah yang dianggap mewakili warna tulen Messier 66.

Pemandangan menakjubkan ini menyorot anatomi Messier 66, mengingat ketiga galaksi Leo Triplet saling berinteraksi secara gravitasi. Messier 66 memperlihatkan lengan-lengan spiral asimetris dan inti yang tidak berada tepat di tengah galaksi, mungkin karena tarikan gravitasi dua galaksi lain di Leo Triplet.

Sebagai “pemain” kunci, Messier 66 membentuk sepertiga komposisi Leo Triplet. Messier 66 unggul dalam hal ukuran yang mencapai sekitar 100.000 tahun cahaya.

Lengan spiral asimetris eksklusif Messier 66 diketahui berada di atas cakram utama galaksi dan nukleus yang tampaknya telah bergeser dari pusat galaksi. Asimetri ini tidak biasa, karena biasanya gelombang padat gas, debu dan bintang-bintang yang baru dilahirkan berputar di sekitar pusat galaksi secara simetris. Para astronom meyakini struktur Messier 66 sebelumnya lebih simestris dan diduga telah terdistorsi sebagai respon tarikan gaya gravitasi kedua galaksi tetangga.

Hubble telah mencitrakan fitur paling mencolok di Messier 66, yaitu jalur-jalur debu dan gugus-gugus bintang terang di sepanjang lengan spiral dalam detail tajam menggunakan Advanced Camera for Survey. Gugus bintang digambarkan sebagai wilayah-wilayah merah muda kebiruan pada gambar, indikator yang menyediakan informasi sejarah evolusi galaksi.

Selain itu, Messier 66 juga telah berulang kali mencatatkan diri sebagai induk tiga ledakan dahsyat supernova yang terjadi sejak tahun 1989 hingga 2009. Supernova adalah ledakan bintang yang mampu menyaingi kecerahan seluruh galaksi dalam waktu sekejap, untuk kemudian memudar selama periode beberapa minggu atau bulan. Dalam waktu singkat, supernova melepaskan energi yang setara dengan energi Matahari selama sekitar 10 miliar tahun.

bagan-bintang-messier-66-informasi-astronomi
Bagan bintang Messier 66 ini mewakili pemandangan dari garis lintang utara-tengah untuk bulan dan waktu tertentu.
Kredit: Image courtesy of Stellarium

Ditulis oleh: Staf www.nasa.gov, editor: Rob Garner

Sumber: Messier 66
#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...