Bumi hanya memiliki satu bulan
(satelit alami), sebuah benda langit berbatu penuh kawah akibat dampak benturan
asteroid. Berukuran kira-kira seperempat diameter Bumi, jarak rata-rata Bulan dari Bumi adalah 238.855 mil. Bulan bisa dilihat dengan mata telanjang hampir setiap
malam ketika mengitari planet kita.
![]() |
Wajah Bulan sebagaimana dilihat dari Bumi. Gambar ini diolah dari data pesawat antariksa Lunar Reconnaissance Orbiter NASA. Kredit: NASA/GSFC/Arizona State University |
Hal pertama yang
terlintas di benakmu jika membayangkan langit malam mungkin adalah Bulan yang
“bersinar” dalam kegelapan. Bulan selalu mendapat tempat khusus dalam imajinasi
dan kehidupan kita sehari-hari.
![]() |
Bulan telah mengilhami banyak keajaiban dan kreativitas selama ribuan tahun. Gambar ini muncul dalam sebuah adegan film Perancis Le Voyage dans la Lune (A Trip to the Moon) yang diputar tahun 1902. |
Tak heran kita semua
jatuh hati, karena Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi yang dapat dengan mudah kita lihat hampir setiap malam.
Mengapa Bulan bisa bercahaya?
Bulan sebenarnya tidak
bersinar atau memancarkan cahayanya sendiri. Bulan hanya memantulkan cahaya
dari Matahari.
Mengapa bentuk Bulan selalu terlihat tidak sama di
langit?
Dari Bumi, bentuk Bulan
terlihat selalu berubah setiap malam, mulai dari hanya berbentuk sabit, separuh
bulan dan kembali ke bulan purnama. Sebenarnya, dari Bumi kita hanya melihat bagian-bagian berbeda dari Bulan yang
diterangi oleh cahaya Matahari saat Bulan mengorbit Bumi.
“Sisi Gelap” Bulan
Sebenarnya tidak ada sisi
gelap Bulan, karena kecepatan rotasi Bulan sama dengan kecepatannya mengorbit
Bumi. Berarti kita selalu melihat sisi Bulan yang sama dari posisi kita
di Bumi. Sisi yang tidak kita lihat sebenarnya juga mendapat porsi cahaya
Matahari yang setara, jadi nama yang lebih akurat untuk “sisi gelap” adalah “sisi jauh”
Bulan.
![]() |
Kita hanya pernah melihat satu sisi Bulan, karena kecepatan rotasi Bulan sama dengan kecepatan Bulan mengorbit Bumi. Kredit: NASA/JPL-Caltech |
Bagaimana Bulan terbentuk?
Para ilmuwan memperkirakan
Bulan terbentuk sejak awal sejarah tata surya, setelah Bumi bertabrakan dengan sebuah benda langit seukuran Mars. Tabrakan ini menghasilkan
bongkahan besar yang berasal dari Bumi, sedangkan benda langit seukuran Mars yang menabrak Bumi
terlempar ke luar angkasa. Selanjutnya gaya gravitasi mengambil alih dan
menyatukan mereka menjadi Bulan yang kita kenal hari ini.
Bagaimana cara kita meneliti Bulan?
Bahkan ribuan tahun yang
lalu, manusia sudah melacak dan menggambar perubahan bentuk Bulan. Selanjutnya peradaban
kuno memanfaatkan observasi mereka untuk membuat kalender.
Sekarang, kita
mempelajari Bulan menggunakan teleskop dan pesawat antariksa. Sebagai
contoh, Lunar Reconnaissance Orbiter NASA yang telah mengorbit Bulan dan telah mengirim data pengukuran sejak tahun 2009.
Bulan adalah satu-satunya
benda langit yang pernah dikunjungi manusia. Pada tanggal 20 Juli 1969, dua
orang astronot NASA Neil Armstrong dan Buzz Aldrin adalah orang pertama yang
pernah menginjakkan kaki di permukaan Bulan. Sepuluh astronot NASA lainnya kemudian mengikuti jejak langkah Neil Armstrong secara berturut-turut. Mereka
mengumpulkan ratusan pon sampel tanah dan batuan bulan, melakukan eksperimen
dan memasang instrumen untuk penelitian.
![]() |
Astronot Buzz Aldrin melakukan serangkaian eksperimen ilmiah saat berada di permukaan Bulan selama misi bersejarah Apollo 11. Modul lunar “Eagle” menjadi latar belakang gambar. Kredit: NASA |
Apa yang kita ketahui tentang Bulan?
Kita sekarang mengetahui Bulan tertutup oleh kawah dampak benturan, termasuk debu dan puing-puing
dari komet dan asteroid. Kita juga tahu bahwa daerah gelap Bulan, yang disebut “maria”
(bahasa latin untuk laut) sebenarnya bukanlah laut. Sebaliknya mereka adalah
kawah yang meresap ke dalam permukaan miliaran tahun lalu. Demikian pula kita tahu Bulan hampir tidak memiliki lapisan atmosfer dengan gaya gravitasi hanya sekitar
seperenam gravitasi Bumi. Kita bahkan tahu ada sedikit deposit air beku
yang tersimpan di kawah-kawah dekat kutub Bulan.
![]() |
Tidak ada angin atau udara di Bulan yang “menghapus” kawah dampak benturan, sehingga permukaan Bulan tertutup oleh kawah-kawah lama dan baru. Kredit: NASA/JPL-Caltech/UCLA/MPS/DLR/IDA |
Masih banyak pertanyaan
yang harus dijawab tentang Bulan. Dan hari-hari paling menarik dari aktivitas lunar
masih terbentang di masa depan ketika NASA mengirim astronot pada misi-misi
berikutnya ke Bulan, dan akhirnya ke Mars!
Pelajari lebih lanjut fakta
ringan tentang Bulan di artikel berikut:
- Mengapa Bulan Memiliki Banyak Kawah?
- Seberapa Jauh Jarak Bulan dari Bumi?
- Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?
- Mengapa Bulan Menjauhi Bumi?
Ditulis oleh: Staf spaceplace.nasa.gov
Sumber: All About the Moon
Komentar
Posting Komentar