Langsung ke konten utama

Cakram Protoplanet Orientasi Edge-On di Nebula Orion

cakram-protoplanet-orientasi-edge-on-di-nebula-orion-informasi-astronomi
Kredit: Mark McCaughrean (Max-Planck-Institut Astronomi), C. Robert O'Dell (Rice University), dan NASA

Menyerupai Frisbee antarbintang, cakram debu bulat pipih dengan orientasi sudut pandang edge-on ditemukan mengelilingi bintang induk yang baru dilahirkan di Nebula Orion. Karena hanya bagian tepi cakram yang bisa teramati, bintang induk tersembunyi di pusat cakram. Struktur cakram seperti ini mungkin adalah embrio tata surya (sistem planet). Tata surya kita diduga terbentuk dari cakram serupa sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Terletak 1.500 tahun cahaya dari Bumi, diameter struktur cakram membentang hingga 17 kali diameter tata surya kita dan menjadi cakram gas dan debu kosmik terbesar dari beberapa benda langit sejenis yang telah ditemukan di Nebula Orion.

Gambar komposit tiga warna di sebelah kiri diambil dalam garis emisi biru, hijau dan merah dari kilau gas di nebula. Sementara gambar di sebelah kanan diambil melalui filter yang berbeda untuk memblokir setiap garis emisi spektral terang nebula, karena itu struktur cakram terlihat kurang jelas terhadap siluet latar belakang. Hanya nebulositas di atas dan bawah cakram yang terlihat jelas pada gambar, menyingkap eksistensi bintang induk yang tak bisa diamati secara langsung karena tertutup debu cakram dengan orientasi sudut pandang edge-on.

Kumpulan gambar di atas ditangkap antara bulan Januari 1994 dan Maret 1995 oleh teleskop antariksa Hubble, sedangkan makalah ilmiah yang melaporkan karakteristik mereka telah diserahkan ke Jurnal Astronomi untuk dipublikasikan.

Ditulis oleh: Staf hubblesite.org


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...