Langsung ke konten utama

NGC 1300, Prototipe Ideal Galaksi Spiral Berbatang Grand-Design

ngc-1300-prototipe-ideal-galaksi-spiral-berbatang-grand-design-informasi-astronomi
Kredit: NASA, ESA, The Hubble Heritage Team (STScI/AURA) dan P. Knezek (WIYN)

Salah satu gambar terlengkap dan terbesar dari sebuah galaksi yang pernah dihasilkan oleh Teleskop Antariksa Hubble NASA, telah dirilis hari ini saat pertemuan rutin American Astronomical Society di San Diego, California.

Hubble mengabadikan pemandangan cahaya bintang, gas yang bercahaya, dan siluet awan gelap debu antarbintang dalam sebuah gambar poster berukuran 4x8 kaki dari galaksi spiral berbatang NGC 1300. Galaksi ini dianggap sebagai prototipe ideal galaksi spiral berbatang. Berbeda dengan lengan-lengan galaksi spiral normal yang memanjang dari pusat galaksi ke pinggir cakram, lengan-lengan galaksi spiral berbatang terhubung ke dua ujung lurus batang bintang yang mengandung nukleus di pusat galaksi.

Resolusi tajam Hubble mengungkap secara mendetail sejumlah fitur untuk pertama kalinya. Beberapa di antaranya terlihat di seluruh lengan, cakram, tonjolon dan nukleus galaksi. Bintang-bintang supergiant biru dan merah, gugus bintang dan wilayah pembentuk bintang dapat dengan mudah diselesaikan Hubble, baik di lengan-lengan spiral, maupun struktur mendetail jalur debu di cakram dan batang galaksi. Tak mau ketinggalan, galaksi-galaksi lain yang terletak lebih jauh menghiasi latar belakang gambar, bahkan ada yang turut terlihat meskipun di wilayah terpadat NGC 1300.

Pada inti struktur spiral NGC 1300 yang ukurannya lebih besar, nukleus menunjukkan struktur galaksi spiral “grand-design” menakjubkan yang membentang sekitar 3.300 tahun cahaya (1 kiloparsec). Hanya galaksi yang memiliki batang berskala besar seperti itu yang bisa memiliki cakram terdalam grand-design, atau struktur spiral di dalam galaksi spiral. Simulasi komputer memprediksi gas yang terkandung di dalam batang galaksi mengalir lebih ke dalam untuk memasok bahan bakar bagi lubang hitam supermasif pusat galaksi. Belum diketahui apakah NGC 1300 tergolong “inti galaksi aktif”, namun bisa dipastikan lubang hitam supermasif tidak mengakresi material.

Gambar ini dihasilkan dari eksposur yang diambil pada bulan September 2004 menggunakan instrumen Advanced Camera for Surveys Hubble dalam empat filter sekaligus. Cahaya bintang dan debu kosmik terlihat dalam cahaya biru, kasat mata dan inframerah. Sementara emisi gas hidrogen dari gugus bintang terlihat dalam cahaya merah. Mengingat ukuran raksasa NGC 1300, maka dibutuhkan dua teknik pengambilan untuk mengcover lengan-lengan galaksi yang jauh memanjang.

Adapun galaksi NGC 1300 terletak sekitar 69 juta tahun cahaya (21 megaparsec) di rasi Eridanus.

Ditulis oleh: Staf hubblesite.org


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...