Langsung ke konten utama

Caldwell 93, Gugus Globular yang Menyembunyikan Galaksi Bedin 1

caldwell-93-gugus-globular-yang-menyembunyikan-galaksi-bedin-1-informasi-astronomi
Kredit: ESA/Hubble & NASA

Caldwell 93 adalah sebuah gugus bintang globular terang mengandung lebih dari 100.000 bintang yang disatukan oleh gaya gravitasi. Seluruh populasi bintang hanya menempati volume ruang menyerupai bola hanya seluas 100 tahun cahaya. Diberi kode NGC 6752 di New General Catalogue, lingkungan kosmik yang sangat padat ini terletak di lingkaran halo galaksi Bima Sakti kita. Gugus bintang globular adalah penghuni pertama Bima Sakti, bahkan ada yang usianya setara dengan galaksi itu sendiri. Sebagai bintang-bintang purba peninggalan sejarah awal Bima Sakti, mereka dianggap terbentuk pada waktu yang hampir bersamaan, rata-rata berusia sekitar 10 miliar tahun.

Teleskop Antariksa Hubble NASA mengabadikan gambar Caldwell 93 dalam panjang gelombang cahaya kasat mata dan inframerah menggunakan Advanced Camera for Surveys. Gambar Hubble mengungkap bahwa sebagian kecil bintang di pusat gugus merupakan sistem multi bintang. Hubble juga menemukan bintang-bintang blue straggler, yang usianya jauh lebih muda daripada bintang-bintang lain di sekitarnya. Bintang blue straggler kemungkinan terbentuk melalui tabrakan dan penyatuan antar bintang di lingkungan inti gugus yang sangat padat.

Hubble bahkan menghasilkan penemuan tambahan yang mengejutkan. Secara kebetulan, sebuah galaksi ditemukan mengintip di antara bintang-bintang Caldwell 93. Diberi nama Bedin 1, galaksi ini terletak sekitar 2.000 kali lebih jauh daripada jarak Bumi-Caldwell 93. Diameternya kurang lebih 3.000 tahun cahaya, berarti 1/30 ukuran Bima Sakti. Selain berukuran kecil, Bedin 1 juga sangat redup, sehingga para astronom mengklasifikasikannya sebagai galaksi katai. Usia Bedin 1 mencapai 13 miliar tahun, hampir setua alam semesta. Karena sudah sangat lanjut usia dan terisolasi, hampir tidak ada interaksi dengan galaksi-galaksi lain. Secara astronomi, galaksi katai layaknya fosil hidup dari sejarah awal alam semesta.

Terletak sekitar 13.000 tahun cahaya di rasi selatan Pavo, Caldwell 93 ditemukan oleh astronom James Dunlop pada tahun 1826. Dengan magnitudo 5,4, Caldwell 93 adalah salah satu gugus bintang globular paling terang di langit malam dan bisa diamati hanya dengan mata telanjang di bawah kondisi langit gelap gulita tanpa polusi cahaya. Pemandangan spektakuler gugus bahkan bisa diperoleh hanya menggunakan teropong. Caldwell 93 paling ideal diamati selama musim dingin dari belahan bumi selatan atau saat musim panas dari belahan bumi utara di lokasi yang dekat garis khatulistiwa.

caldwell-93-gugus-globular-yang-menyembunyikan-galaksi-bedin-1-informasi-astronomi
Gambar komposit Hubble yang menunjukkan lokasi galaksi katai Bedin 1 di belakang Caldwell 93. Gambar paling bawah dihasilkan oleh oberservasi berbasis darat Digitized Sky Survey 2. Gambar kanan atas yang diambil Hubble menampilkan pemandangan close-up beberapa bintang di dalam gugus. Gambar kiri atas menyorot wilayah yang menjadi lokasi Bedin 1.
Kredit: NASA, ESA, L. Bedin (Astronomical Observatory of Padua, Italy) dan Digitized Sky Survey 2

caldwell-93-gugus-globular-yang-menyembunyikan-galaksi-bedin-1-informasi-astronomi
Bagan bintang Caldwell 93 ini mewakili pemandangan dari garis lintang utara-tengah untuk bulan dan waktu tertentu.
Kredit: Image courtesy of Stellarium

Ditulis oleh: Staf www.nasa.gov, editor: Edward Henderson

Sumber: Caldwell 93

#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...