Langsung ke konten utama

Caldwell 52, Galaksi Elips di Rasi Virgo

caldwell-52-galaksi-elips-di-rasi-virgo-informasi-astronomi
Kredit: NASA, ESA, dan C. Sarazin (Universitas Virginia); Processing: Gladys Kober (NASA/Universitas Katolik Amerika)
 
Terletak sekitar 40 juta tahun cahaya dari Bumi di rasi Virgo, Caldwell 52 adalah objek Caldwell pertama (secara numerik) yang berada di belahan bumi selatan. Galaksi elips masif ini dapat diamati dari belahan bumi utara dan selatan, terlihat paling tinggi di langit malam saat musim semi bagi para pengamat utara dan musim gugur bagi para pengamat selatan. Dengan magnitudo semu 10,9, inti galaksi Caldwell 52 dapat diamati menggunakan teleskop kecil di langit pinggiran kota yang tidak terlalu terpengaruh polusi cahaya. Dari lokasi yang lebih gelap, Caldwell 52 akan muncul sebagai bercak cahaya redup yang memanjang.
 
Juga diberi kode NGC 4697 di New General Catalogue, Caldwell 52 adalah galaksi paling menonjol dari kelompok galaksi yang disebut Grup NGC 4697. Berukuran sedikit lebih besar daripada Andromeda, Caldwell 52 mendominasi Grup NGC 4697 dan mendistorsi seluruh galaksi anggota grup dengan gaya gaya gravitasinya yang begitu masif. Dengan mengamati pergerakan bintang penghuni Caldwell 52 di dekat pusat galaksi, para astronom dapat mengidentifikasi kemungkinan eksistensi lubang hitam supermasif di jantung galaksi yang diduga 100 juta kali lebih masif daripada Matahari kita.
 
Citra Caldwell 52 merupakan mosaik yang disusun dari beberapa observasi cahaya kasat mata dan inframerah oleh Advanced Camera for Surveys Teleskop Antariksa Hubble NASA. Para astronom memanfaatkan observasi Hubble untuk mendeteksi gugus-gugus bintang globular di Caldwell 52 yang muncul sebagai bintik-bintik mirip bintang di seluruh gambar.

caldwell-52-galaksi-elips-di-rasi-virgo-informasi-astronomi
Citra Caldwell 52 oleh Advanced Camera for Surveys (ACS) Hubble ditampilkan di bagian bawah. Kotak inset putih kecil pada bingkai ACS adalah wilayah pusat galaksi Caldwell 52 yang diobservasi oleh Wide Field Camera 3 Hubble. Kotak kecil di tengah atas adalah tampilan inframerah dari pusat galaksi, sedangkan kotak kecil di kanan atas adalah kombinasi observasi WFC3 dan ACS terhadap inti galaksi dalam cahaya kasat mata dan inframerah.
Kredit: Citra ACS: NASA, ESA, dan C. Sarazin (Universitas Virginia); Citra IR WFC3: NASA, ESA, dan B. Boizelle (Texas A&M University); Citra WFC3/ACS: NASA, ESA, B. Boizelle (Texas A&M University), dan C. Sarazin (University of Virginia); Processing: Gladys Kober (NASA/Universitas Katolik Amerika)
 
caldwell-52-galaksi-elips-di-rasi-virgo-informasi-astronomi
Bagan bintang Caldwell 52 ini mewakili pemandangan dari garis lintang utara-tengah untuk bulan dan waktu tertentu.
Kredit: Image courtesy of Stellarium
 
Ditulis oleh: Staf www.nasa.gov, editor: Michelle Belleville
 
Sumber: Caldwell 52
 
#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...