Langsung ke konten utama

NGC 1, Galaksi Spiral di Rasi Pegasus

ngc-1-galaksi-spiral-di-rasi-pegasus-informasi-astronomi
NGC 1.
Kredit: SDSS
 
NGC 1 adalah sebuah galaksi spiral yang terletak sekitar 210 juta tahun cahaya dari Bumi di rasi Pegasus dan pertama kali ditemukan oleh astronom Heinrich d'Arrest pada tanggal 30 September 1861. Meskipun NGC1 terlihat berada sangat dekat dengan galaksi NGC 2 yang jauh lebih redup, sebenarnya mereka saling berjauhan dan tidak saling terkait. NGC 2 pertama kali diamati sebagai pendamping NGC 1 oleh astronom Lawrence Parsons.
 
Dengan diameter sekitar 140.000 tahun cahaya, NGC 1 kira-kira sebanding dengan galaksi Bima Sakti kita yang berdiameter sekitar 160.000 tahun cahaya. Sebagai galaksi spiral, inti batang NGC 1 tidak terlalu kokoh, sementara lengan-lengannya cenderung longgar. Meskipun pusat galaksi hanya berukuran sekitar 90.000 tahun cahaya, satu lengan raksasa yang menyebar terlihat memanjang ke arah timur dari pusat galaksi, yang diduga dihasilkan oleh fenomena penggabungan dengan galaksi lain pada masa lalu.
 
Dengan magnitudo semu 13,65, NGC 1 dapat diamati hanya dengan mata telanjang sebagai bercak cahaya redup di langit Bumi, meskipun magnitudo absolut -22,08 membuatnya tiga kali lebih terang daripada Bima Sakti. Berdasarkan nilai pergeseran merahnya yang 0,015177 dan kecepatan resesi 4.450 km/detik, jarak NGC 1 dari Bumi dapat dihitung menggunakan Hukum Hubble, yang menempatkannya pada jarak sekitar 210-215 juta tahun cahaya.
 
Setelah dicatat sebagai objek pertama dalam General Catalogue, galaksi tersebut juga menjadi objek pertama yang terdaftar dalam katalog penerusnya, New General Catalogue (NGC). Dengan asensio rekta 00j 00m 4d pada saat katalog dikompilasi (epoch 1860), NGC 1 adalah objek dengan asensio rekta terendah dalam katalog. Sejak itu, koordinat NGC 1 telah bergeser dan tidak lagi menjadi objek dengan asensio rekta terendah dalam daftar objek New General Catalogue.
 
NGC 1 juga terdaftar dalam Uppsala General Catalogue dengan nomor UGC 57 dan Principal Galaxies Catalogue dengan nomor PGC 564.
 
Ditulis oleh: Staf en.wikipedia.org
 
Sumber: NGC 1
 
#terimakasihgoogle dan #terimakasihwikipedia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...