Langsung ke konten utama

Video: Apakah Mars Pernah Terlihat Menyerupai Bumi?

Kredit video: NASA
 
Apakah Mars pernah terlihat menyerupai Bumi? Ya, dulu pernah! Mars purba mungkin lebih basah, lebih hangat dan lebih mirip dengan planet Bumi kita. Lantas, apa yang terjadi sebenarnya?
 
Para ilmuwan NASA seperti Dr. Becky McCauley Rench terus berupaya untuk mengungkapnya. Ikuti terus upaya eksplorasi Mars kami di www.nasa.gov/Mars
 
Narasi:
 
Apakah Mars Pernah Terlihat Menyerupai Bumi?
 
Kami Bertanya kepada Ilmuwan NASA.
 
Ya, dulu pernah! Pada saat Tata Surya pertama kali terbentuk empat miliar tahun yang lalu, Mars dan Bumi terbentuk dari material serupa, sehingga mereka terlihat sangat mirip. Sementara hari ini, setiap kali melihat Mars, kita melihat planet yang sangat kering apabila dibandingkan dengan Bumi, “Kelereng Biru” kita, meskipun telah ditemukan bukti bahwa Mars pernah dialiri sungai dan danau pada masa lalu.
 
Bahkan, Mars mungkin pernah tertutup lautan utara yang dangkal. Namun, perjalanan mereka begitu menyimpang, sehingga hari ini kita memiliki dua planet yang sangat berbeda. Saat Bumi berkembang dengan aktivitas lempeng tektonik dan kehidupan, aktivitas geologis Mars justru mereda, menyebabkan Mars kehilangan air dan menjadi planet yang jauh lebih kering.
 
Itulah mengapa mempelajari Mars sangat menyenangkan, karena membantu kita untuk memahami tentang masa lalu dan masa depan Mars, sekaligus memahami evolusi Bumi dan planet-planet, baik di dalam atau luar Tata Surya.
 
Jadi, apakah Mars pernah terlihat menyerupai Bumi? Ya, dulu pernah, jauh di masa lampau.
 
Sumber: We Asked a NASA Scientist – Did Mars Ever Look Like Earth?
 
#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...