Langsung ke konten utama

Video: Proses Pembentukan Planet di Nebula Orion

Kredit video: Bryan Preston (STScI dan Max-Q Digital)
 
Video berikut menceritakan kisah penelitian terbaru tentang proplyds-disks di sekitar bintang belia yang dianggap sebagai tempat pembentukan planet. Di satu sisi, para ilmuwan telah mengamati proses awal bagaimana planet terbentuk dengan lebih jelas daripada sebelumnya. Tetapi di sisi lain, bintang-bintang masif penyusun astrometri Trapesium di Nebula Orion, justru berpotensi memporakporandakan proses pembentukan planet-planet gas raksasa yang mirip dengan Jupiter.
 
Nebula Orion, salah satu wilayah langit yang paling indah dan fotogenik, mungkin menjadi rumah bagi pembentukan lusinan bintang dan planet. Selama beberapa tahun terakhir, para astronom yang menggunakan Teleskop Antariksa Hubble untuk mensurvei bintang dan awan gas di dalam Nebula Orion, telah menemukan bintang-bintang belia yang baru saja terbentuk dan masih dikelilingi oleh cakram debu.
 
Sekarang, mereka berpikir telah memiliki bukti tentang proses pertama kelahiran planet, meskipun belum sepenuhnya terkonfirmasi. Di satu sisi, observasi kita mungkin mengarah ke proses pembentukan planet, meskipun masih dibutuhkan waktu lama untuk membentuk planet-planet gas raksasa.
 
Pada saat yang bersamaan, kita mengamati proses pembentukan benda-benda padat yang sedang berlangsung. Jadi semacam kabar bagus dan buruk sekaligus. Dan kabar baiknya adalah, “wow, inilah planet-planet yang sesuai dengan harapan kita.” Prosesnya sudah dimulai. Kabar buruknya adalah proses tersebut harus berlangsung dengan cepat, kalau tidak, maka tidak akan ada cukup waktu untuk mengumpulkan gas.
 
Gas dibutuhkan untuk membentuk planet-planet gas raksasa seperti Saturnus dan Jupiter. Untuk pertama kalinya, di lautan Nebula Orion, telah diamati tahap awal debu yang menggumpal menjadi kerikil, yang pada akhirnya berpotensi membentuk planet berbatu seperti Bumi.
 
Tetapi bintang masif di pusat Orion justru membakar gas di sekitar cakram pembentuk planet, yang mungkin menghentikan proses pembentukan planet gas raksasa sejak awal. Hasil akhir dari drama kelangsungan hidup planet di Nebula Orion, memiliki implikasi luas terhadap kelimpahan planet dan kehidupan di galaksi Bima Sakti kita.
 
Sumber: HUBBLEMINUTE: ORION'S SURVIVOR GAME
 
#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...