Langsung ke konten utama

NGC 2188, Galaksi Spiral Edge-On di Rasi Merpati

ngc-2188-galaksi-spiral-edge-on-di-rasi-merpati-informasi-astronomi
Kredit: ESA/Hubble & NASA, R. Tully
 
Bintang-bintang biru dan oranye tampak berkilau dalam gambar galaksi redup NGC 2188 yang ditangkap oleh Teleskop Antariksa Hubble NASA/ESA ini. Meskipun secara sekilas hanya terdiri dari pita tipis bintang-bintang, NGC 2188 justru diklasifikasikan sebagai galaksi spiral berbatang oleh para astronom.
 
Dengan orientasi edge-on (tampak samping), kita hanya bisa mengamati pusat, lengan-lengan spiral dan tepi terluar cakram galaksi dari samping. Secara keseluruhan, NGC 2188 terlihat miring dari sudut pandang kita.
 
Para astronom mengilustrasikan orientasi NGC 2188 seperti membalik piring makan dengan tangan kita dan menatapnya dari samping sehingga kita hanya bisa mengamati tepi terluar piring. Bentuk NGC 2188 yang sebenarnya diidentifikasi melalui penelitian distribusi bintang di cakram terluar dan tonjolan terdalam pusat galaksi, plus observasi warna bintang.
 
Terletak di rasi Columba (Merpati), diameter NGC 2188 diperkirakan sekitar 50.000 tahun cahaya, hanya setengah ukuran galaksi Bima Sakti kita. Diberi nama pada akhir tahun 1500-an berdasarkan kisah Merpati pada zaman Nabi Nuh di Alkitab, rasi kecil Merpati terdiri dari banyak bintang dan benda langit yang redup namun menakjubkan.
 
Ditulis oleh: Staf Badan Antariksa Eropa, www.nasa.gov, editor: Rob Garner
 
Sumber: Hubble Targets Tilted Galaxy
 
#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...