Langsung ke konten utama

Video: Lubang Hitam, dari Mitos ke Realita

Selama 30 tahun terakhir, Teleskop Antariksa Hubble telah meneruskan misi utamanya untuk mengungkap misteri alam semesta. Dan Hubble telah membantu kita untuk memahami salah satu misteri tersebut, lubang hitam.

 
Narasi:
 
“Sains Hubble: Lubang Hitam, dari Mitos ke Realita”
 
Salah satu prestasi terbesar Teleskop Antariksa Hubble adalah konfirmasi tentang lubang hitam supermasif di inti galaksi.
 
Kita tahu, setidaknya ide semacam itu hanyalah sebuah mitos yang berasal dari kemungkinan matematis bidang fisika. Beberapa dekade yang lalu kita tidak sepenuhnya yakin apakah kita dapat mengamati lubang hitam, karena menurut definisinya, lubang hitam tidak bisa diamati, cahaya tidak bisa melepaskan diri darinya.
 
Jadi, pertanyaannya adalah apakah kita bisa mengamati efek dari lubang hitam untuk menentukan eksistesinya?
 
Hubble mendeteksinya secara tidak langsung, mengingat lubang hitam tidak mungkin bisa diamati. Apa yang kita lihat adalah material di sekitar lubang hitam, khususnya di galaksi yang disebut M87 yang memiliki lontaran jet spektakuler teramati.
 
Dan kita kerap mengamati material serupa yang mengorbit wilayah terdalam lubang hitam lain, seperti gas, yang mengorbit dengan sangat cepat, sehingga kita dapat menggunakan instrumen-instrumen Hubble untuk membedakan apakah material di kedua sisi lubang hitam mendekati dan menjauhi kita, sebagaimana yang kita harapkan jika material mengorbit.
 
Sejak saat itu, Hubble telah menindaklanjutinya dengan banyak galaksi lain dan menemukan bukti eksistensi lubang hitam supermasif, sehingga meyakinkan kita bahwa sebagian besar dan mungkin semua galaksi memiliki semacam lubang hitam supermasif di pusat galaksi.
 
Kita semua tidak pernah bermimpi bahwa itu akan menjadi kenyataan. Belum lama ini kita mengira lubang hitam itu tidak ada, kemudian kita hanya membayangkan kemungkinannya karena belum tahu apakah mereka benar-benar ada. Dan sekarang kita dipaksa untuk memahami mengapa jumlah mereka begitu banyak.
  • Director, Producer & Editor: James Leigh
  • Director of Photography: James Ball
  • Additional Photography, Coloring & Mix: Matthew Duncan
  • Sound Recordist: Alex Jennings
  • Production & Edit Assistant: Lucy Lund
  • Production & Post: Origin
  • GSFC Support: Lynn Bassford, Maureen Disharoon, James Jeletic, Jeannine Kashif, Erin Kisliuk, Paul Morris
  • Hubble Space Telescope Visualizations: Hubble CGI Hubble Rising+Door Opening: M. Kornmesser (ESA/Hubble)
  • Kredit musik: Island of the Earth Dragon by Yasunori Mitsuda
Sumber: Hubble Science: Black Holes, From Myth to Reality
 
#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sudut Matahari dari atas kota Al

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia

Berapa Lama Satu Tahun di Planet-Planet Lain?

Jawaban Singkat Berikut daftar berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh setiap planet di tata surya kita untuk menyelesaikan satu kali orbit mengitari Matahari (dalam satuan hari di Bumi): Merkurius: 88 hari Venus: 225 hari Bumi: 365 hari Mars: 687 hari Jupiter: 4.333 hari Saturnus: 10.759 hari Uranus: 30.687 hari Neptunus: 60.190 hari   Satu tahun di Bumi berlalu sekitar 365 hari 6 jam, durasi waktu yang dibutuhkan oleh Bumi untuk menyelesaikan satu kali orbit mengitari Matahari. Pelajari lebih lanjut tentang hal itu di artikel: Apa Itu Tahun Kabisat? Satu tahun diukur dari seberapa lama waktu yang dibutuhkan oleh sebuah planet untuk mengorbit bintang induk. Kredit: NASA/Terry Virts Semua planet di tata surya kita juga mengorbit Matahari. Durasi waktu satu tahun sangat tergantung dengan tempat mereka mengorbit. Planet yang mengorbit Matahari dari jarak yang lebih dekat daripada Bumi, lama satu tahunnya lebih pendek daripada Bumi. Sebaliknya planet yang