Langsung ke konten utama

Video: Apakah Ada Air di Mars?

Apakah ada air di Mars? Ya, meskipun tidak sama persis dengan air di Bumi. H2O Mars dapat mengungkap tentang sejarah Mars jauh pada masa lalu, sekaligus berpotensi membantu para penjelajah pada misi masa depan.
 
Beberapa air di Mars bahkan terperangkap di dalam bebatuan! Ilmuwan Eva Scheller yang membantu penemuan itu melalui analisis data NASA, akan menjawab pertanyaan apakah Mars memiliki air di video berikut!

Produser: Jessica Wilde & Scott Bednar
Editor: David Shelton
 
Narasi:
 
Apakah Ada Air di Mars? Kami Bertanya kepada Seorang Ilmuwan NASA.
 
Jawaban singkatnya adalah ya, namun kita harus mendefinisikan tentang air itu terlebih dahulu.
 
Mars memiliki air, meskipun tak seperti air di Bumi. Air adalah molekul yang terdiri dari satu atom oksigen dan dua atom hidrogen. Es di Mars sedikit berbeda dari es di Bumi.
 
Di Bumi, es biasanya hanyalah es air. Tapi es di Mars merupakan campuran dari es air dan es CO2. Karena Mars begitu dingin, air membeku, baik di kutub planet atau di bawah permukaan. Bahkan Mars memiliki air di atmosfer berwujud uap air, meskipun jumlahnya sangat minim.
 
Selain itu, air di sana juga terperangkap di dalam bebatuan. Kamu bisa menganggap bebatuan sebagai tumpukan lapisan dan terkadang ada air yang terperangkap di antara lapisan-lapisan itu. Kami telah mempelajarinya melalui berbagai misi NASA dan bidang itulah yang sebenarnya saya tekuni.
 
Lalu, bagaimana dengan air cair di Mars? Kami belum bisa memastikannya, meskipun kami telah mengamati garis-garis gelap di beberapa lereng bukit yang diduga dibentuk oleh aliran air cair dan kami menyebutnya “recurring slope lineae”.
 
Tetapi ada pula yang menggagas bahwa tidak dibutuhkan air cair untuk menjelaskan bagaimana garis-garis gelap seperti itu terbentuk, mungkin mereka terbentuk karena aliran pasir atau semacamnya.
 
Jadi, apakah ada air di Mars? Ya, meskipun tak seperti lautan yang kita kenal di Bumi.
 
Sumber: Is There Water on Mars? We Asked a NASA Scientist
 
#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...