Langsung ke konten utama

Video: Astrobiologi, Disiplin Ilmu yang Mencari Kehidupan di Luar Bumi

Bagaimana asal usul kehidupan di Bumi? Apakah ada kehidupan di luar planet kita? Lantas, bagaimana cara kita mencarinya?
 
Itu semua adalah pertanyaan sangat sulit yang ingin dijawab oleh para astrobiologis, ilmuwan yang mempelajari kehidupan di alam semesta.
 
Simak video berikut untuk mengetahui tentang astrobiologi, disiplin ilmu yang mencari kehidupan di alam semesta!

 
Narasi:
 
Berikut Beberapa Fakta tentang Astrobiologi yang Harus Kamu Ketahui!
 
Bagaimana asal usul kehidupan di Bumi? Apakah ada kehidupan di luar Bumi? Lantas, bagaimana cara kita mencarinya?
 
Itu semua adalah pertanyaan sangat sulit yang ingin dijawab oleh para astrobiologis, ilmuwan yang mempelajari kehidupan di alam semesta. Sejauh ini, kita hanya memiliki satu sampel kehidupan: planet Bumi itu sendiri.
 
Tapi apakah kehidupan juga ada di tempat lain?
 
Di Bumi, ekstrofil atau kehidupan yang tinggal di lingkungan-lingkungan ekstrem seperti Antartika, memberikan informasi kepada kita tentang batas-batas kehidupan. Mereka memberikan petunjuk tentang lokasi di mana mereka mungkin eksis di tempat lain di tata surya kita.
 
Sementara kehidupan di planet-planet lain, barangkali dapat eksis dengan cara-cara ekstrem yang tak pernah kita bayangkan. Jika benar, kita mungkin tidak paham dengan apa yang sedang kita amati.
 
Jadi, kita memulainya dengan mencari kehidupan seperti yang telah kita kenal di Bumi. Jadi ketika mencari eksoplanet yang mirip Bumi, para ilmuwan NASA mencari gas atau molekul seperti oksigen di atmosfer eksoplanet.
 
Di tata surya kita sendiri, NASA juga mencari tanda-tanda kehidupan di Mars, Enceladus, Europa dan Titan. Bahkan di rumah kita sendiri, para ilmuwan mempelajari kehidupan yang begitu beragam.
 
Mulai dari tempat-tempat yang paling ekstrem di Bumi, hingga makhluk hidup yang muncul miliaran tahun lalu. Mereka menyediakan informasi penting seiring upaya kita mencari kehidupan di jagad raya.
 
Secara singkat, astrobiologi mencoba untuk menjawab pertanyaan klasik sains yang sangat sakral: Apakah kita sendirian di alam semesta?
 
Dan itulah beberapa fakta tentang astrobiologi yang harus kamu ketahui.
 
Sumber: What You Need to Know AboutAstrobiology - The Search for Life in the Universe!
 
#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...