Langsung ke konten utama

Video: Mampukah Mikroba Bertahan Selama Perjalanan ke Mars?

Mampukah Mikroba dari Bumi bertahan selama menempuh perjalan ke Mars? Ya! Itulah mengapa kami memastikan rover Perseverance Mars memenuhi persyaratan sterilisasi sebelum meninggalkan planet asal kita. Dr. Moogega Cooper dari Laboratorium Propulsi Jet NASA akan menjelaskannya di video berikut!

Produser: Scott Bednar
Produser/Editor: Jessica Wilde
 
Ya! Ada kemungkinkan mikroorganisme mampu bertahan saat menempuh perjalanan dari Bumi ke Mars. Itulah mengapa kami memiliki program khusus yang didedikasikan untuk memastikan pesawat antariksa steril sebelum berangkat.
 
Kami ingin memastikan bahwa jika nantinya kehidupan di Mars terdeteksi, kami yakin itu tidak berasal dari Bumi. Perjalanan ke Mars mencakup ruang hampa udara yang ekstrem, radiasi ultraviolet dan pengion, dan perubahan suhu drastis tergantung pada apakah kita menghadap atau terlindung dari Matahari.
 
Inilah kondisi-kondisi yang menyebabkan  sebagian besar mikroba dari Bumi tidak dapat bertahan hidup. Namun, salah satu jenis mikroba paling menonjol yang dapat bertahan selama perjalanan disebut bakteri endospora, yang dapat membentuk struktur menyerupai benih sehingga memungkinkan mereka untuk tetap pasif sampai kondisi yang lebih baik muncul.
 
Kekuatan super inilah yang menjadi alasan mengapa bakteri pembentuk spora memperoleh fokus istimewa ketika NASA mensterilkan pesawat antariksa yang akan ke Mars. Sebagai gambaran, misi Mars 2020 yang meliputi rover Perseverance, hanya membawa bakteri 10 kali lebih sedikit daripada bakteri yang bisa kita temukan di dalam satu sendok teh air laut.
 
Jadi ya, ada kemungkinkan mikroba mampu bertahan saat menempuh perjalanan dari Bumi ke Mars. Tetapi tugas kami adalah untuk memastikan agar mereka tidak menumpang di pesawat antariksa kita.
 
Sumber: Could Microbes Survive a Trip to Mars? WeAsked a NASA Scientist
 
#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...