Langsung ke konten utama

Video: Komet Terbesar yang Pernah Ditemukan di Tata Surya

Kredit: Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA
Produser Utama: Paul Morris
Ilustrasi komet oleh NOIRLab/NSF/AURA/J. da Silva (Spaceengine)
 
Teleskop Antariksa Hubble NASA telah menentukan ukuran inti dari komet terbesar yang pernah ditemukan di tata surya. Dan hasil perhitungan mengungkap ukuran komet yang begitu besar! Dengan diameter sekitar 128 kilometer dan mengemas massa hingga 500 triliun ton, ukuran komet itu sekitar 50 kali lebih besar dan seratus kali ribu lebih berbobot dari rata-rata ukuran dan massa komet biasa.
 
Untuk menentukan ukuran inti komet, Hubble harus dapat memisahkan inti komet dari koma berdebu yang menyelimutinya. Karena terletak sangat jauh dari Bumi, inti komet terlalu kecil untuk diselesaikan oleh Hubble.
 
Untungnya, Hubble menemukan lonjakan cahaya terang di lokasi inti komet. Jadi, para astronom kemudian membuat model komputer dari koma di sekitar inti komet, dan menyesuaikannya sedemikian rupa agar sesuai dengan gambar yang ditangkap Hubble.
 
Setelah kecerahan cahaya koma dikurangi, terungkaplah inti komet yang menyerupai bintang, dan para astronom dapat menentukan ukurannya dari perkiraan kecerahannya.
 
Meskipun meluncur dengan kecepatan 35.400 kilometer per jam, kita tak perlu khawatir, karena komet raksasa itu berada sedikit lebih jauh dari planet Saturnus atau terletak sekitar 1,6 miliar kilometer dari Matahari.
 
Sumber: Hubble Confirms Largest Comet Nucleus Ever Seen
 
#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...