Langsung ke konten utama

Video: Mengapa NASA Mengirim Tardigrade (Beruang Air) ke Luar Angkasa?

Eksperimen terbaru NASA sedang mempelajari tardigrade alias beruang air di Stasiun Luar Angkasa Internasional, untuk lebih memahami bagaimana salah satu hewan yang paling tangguh di Bumi ini mentolerir lingkungan ekstrem, termasuk yang dialami oleh para astronot di luar angkasa. Hasil eksperimen diharapkan dapat memandu penelitian untuk melindungi manusia dari tekanan-tekanan yang dialami selama menempuh perjalanan antariksa jangka panjang.

Kredit video: NASA/Pusat Penelitian Ames
 
Pusat Penelitian Ames NASA terletak di Silicon Valley California. Ikuti mereka di media sosial untuk mengetahui perkembangan terbaru di bidang antariksa, sains, teknologi dan aeronautika.
 
Kini para astronot bisa mendapatkan keuntungan dari kemampuan bertahan hidup salah satu hewan paling tangguh di Bumi.
 
Tardigrade dapat ditemukan di setiap benua. Organisme mikroskopis ini dapat mentolerir berbagai lingkungan ekstrem.
 
Tapi, bagaimana cara mereka merespons lingkungan ekstrem di luar angkasa? Para astronot akan membantu dalam penelitian yang dilakukan di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
 
Makhluk-makhluk miskrokospik itu akan hidup dalam perangkat keras khusus yang dikembangkan di Pusat Penelitian Ames NASA. Analisis DNA akan diterapkan untuk memahami bagaimana tardigrade beradaptasi menghadapi tekanan selama penerbangan antariksa.
 
Hasil eksperimen diharapkan dapat mengarah ke metode perawatan masa depan yang meningkatkan kesehatan dan memandu penelitian tentang perlindungan kepada para astronot selama misi antariksa jangka panjang.
 
Sumber: Why NASA is Sending Water Bears to Space
 
#terimakasihgoogle dan #terimakasihNASA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...